nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Akhirnya Mencatatkan Kerugian Perdana di 2018

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 21:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 08 278 1842009 wall-street-akhirnya-mencatatkan-kerugian-perdana-di-2018-jhcKaoZ3G6.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Reuters)

NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat (AS) nampaknya akan mengalami kerugian pertamanya di tahun ini. Saham perbankan nampaknya menghentikan perjalanan Wall Street.

Dow Jones Industrial Average minggu lalu mencatat kinerja terbaik dalam empat hari perdagangan pertama, dalam setahun sejak 2003. Sementara Nasdaq dan S & P 500, ini merupakan awal terkuat sejak 2006.

Indeks Dow e-minis 1YMc1 turun 18 poin atau 0,07%, dengan 27.390 saham berpindah tangan. Indeks S&P 500 e-minis ESc1 turun 5 poin atau 0,18% dengan 138.078 saham diperdagangkan dan indeks Nasdaq 100 e-minis NQc1 turun 12,5 poin atau 0,19% dengan 25.860 saham diperdagangkan.

Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama .DXY menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja AS yang lebih lambat, tidak banyak memberikan harapan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Komentar beberapa pejabat Federal Reserve pada akhir pekan menyarankan bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga pada 2018. Dolar yang lebih kuat cenderung melemahkan pendapatan perusahaan A.S. yang memperoleh sebagian besar pendapatannya dari luar negeri.

Saham Caterpillar (CAT.N) naik 1,64% dan mencatatkan rekor, setelah JP Morgan meningkatkan porsi kepemilikan sahamnya, dengan mengatakan bahwa perombakan pajak dapat membantu siklus bisnis konstruksi berlanjut hingga 2018.

Saham Bank of America (BAC.N), Goldman Sachs (GS.N), JPMorgan dan Wells Fargo (WFC.N) turun di kisaran 0,2%-0,4%. Sebagian besar pemberi pinjaman AS yang besar memperkirakan biaya satu kali untuk pendapatan kuartal keempat mereka karena pemotongan pajak.

Sedangkan saham Nvidia (NVDA.O) naik 2,4% setelah pembuat chip grafis tersebut mengumumkan kemitraan dengan Uber dan Volkswagen, karena platform buatannya berkembang menjadi teknologi untuk mobil otomatis.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini