Image

Isu Gedung DPR Miring, Menteri PUPR: Bangunan Lama Masih Aman, Berbeda dengan Menara Saidah

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 08:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 08 470 1841506 isu-gedung-dpr-miring-menteri-pupr-bangunan-lama-masih-aman-berdiri-dengan-menara-saidah-NsRHQukR68.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

KUPANG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan rekomendasi soal renovasi gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Nantinya rekomendasi yang diselesaikan tim PUPR ini akan dikirimkan ke Sekretariat Jenderal DPR dalam waktu dekat.

"Tinggal kirim surat resminya aja. Ada tiga poin, keamanan, keselamatan dan kenyamanan," beber Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1/2018).

 Baca juga: Soal Gedung DPR RI Baru, Menteri Basuki: Masih Melakukan Evaluasi

Basuki menjelaskan, dari sisi keamanan dan keselamatan tidak ada masalah. "Saya kira keamanan oke, enggak ada masalah. Keselamatan lift dan sebagainya juga masih oke," sambungnya.

Namun dari sisi kenyamanan kata Basuki mungkin berkurang. Sebab, dulu 1 anggota DPR memiliki 2 hingga 3 staf, sekarang memiliki 7 staf.

"Ini kondisinya. Kalau mau bangun, tapi gedung sekarang masih dipakai. Rekomendasi Kami optimalkan gedung yang ada. Enggak perlu baru juga," tambah Basuki.

 Baca juga: Sudah Terima Surat Resmi soal Gedung Baru DPR, Menteri PUPR Langsung Bentuk Tim Khusus

Jika diklaim Gedung DPR miring, dalam rekomendasi tim PUPR menyatakan gedung DPR tidak miring, berbeda dengan Menara Saidah.

"Kita bandingkan dengan Menara Saidah. Saidah yang miring, ini DPR tegak. Rekomendasi gedung lama masih bisa dipakai aman," tegas Basuki.

 Baca juga: Soal Anggaran Gedung Baru DPR, Begini Pesan Sri Mulyani

Mengenai biaya perencanaan yang memakan anggaran Rp601 miliar, kata Basuki cukup berlebihan.

"Kalau itu berlebihan, tapi kalau anggaran renovasi juga kurang. Yang pasti lokasinya masih dalam kompleks DPR. Jadi itu teknis PUPR. Akalinya mengurangi tenaga ahli atau menambah ruangan, tapi lihat dampaknya kurangi tenaga ahli," tukasnya.

Sebelumnya, Gedung DPR diklaim miring 7 derajat sehingga diusulkan untuk direnovasi. Gedung yang dibilang miring itu adalah Nusantara I, yang terdiri dari ruangan fraksi-fraksi serta beberapa ruang rapat komisi. Anggaran DPR bahkan sampai naik Rp5,7 triliun, yang salah satunya untuk merenovasi gedung.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini