Apakah Gedung DPR Benar-Benar Miring? Ini Cara Memastikannya!

Anisa Anindita, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 06:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 08 470 1841884 apakah-gedung-dpr-benar-benar-miring-ini-cara-memastikannya-RO8BZiTz7D.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Gedung DPR dikabarkan miring sehingga diusulkan untuk dilakukan direnovasi. Gedung yang dibilang miring itu adalah Gedung Nusantara I, yang terdiri dari ruangan fraksi-fraksi serta beberapa ruang rapat komisi.

Ada tiga poin yang direkomendasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk gedung ini, antara lain dari sisi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan. Di mana, untuk sisi keamanan, dan keselamatan masih dalam kategori oke, namun dari segi kenyamanan memang berkurang.

Baca Juga: Gedung DPR Disebut Miring, Menteri Basuki: Faktor Keamanan dan Keselamatan Masih Oke!

Hal itu terjadi karena bertambahnya staf untuk satu orang anggota DPR. Pasalnya, saat ini satu orang anggota DPR memiliki tujuh orang staf, berbeda dengan sebelumnya yang hanya tiga orang staf. Maka dari itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mempunyai opsi untuk mengakali berkurangnya kenyamanan Gedung DPR karena bertambahnya staf.

Menurtut Senior Manager PT Hutama Karya Aminudin Azis, sesuai aturan perundang-undangan, di mana semua bangunan diprediksikan akan mengalami penurunan atau defleksion, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Menteri Basuki: Gedung DPR Masih Tegak dan Aman Dipakai

“Kalau masih dalam batas turun yang direncanakan atau batas toleransi ya tidak masalah,” ungkapnya kepada Okezone.

Menurutnya, audit untuk memastikan apakah gedung tersebut miring atau tidak, dibutuhkan waktu sekira 1 bulan.  “Audit sesuai permintaan, kalau cepat artinya banyak orang yang terlibat, akhirnya ke biaya. Estimasi saya sekitar 1 bulan,” tambahnya.

Baca Juga: Isu Gedung DPR Miring, Menteri PUPR: Bangunan Lama Masih Aman, Berbeda dengan Menara Saidah

Adapun prosesnya, yakni pengamatan jarak jauh dengan menggunakan teropong, alat waterpas atau theodolit. “Akan digambar ulang, lalu disimulasi, kemudian baru dibuat laporan resminya,” jelas dia.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyelesaikan rekomendasi soal renovasi gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Di mana, dalam waktu dekat rekomendasi yang diselesaikan oleh Tim PUPR ini akan dikirimkan ke Sekretariat Jenderal DPR.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini