Gedung DPR Miring, Perlukah Dikosongkan?

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 21:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 08 470 1841988 gedung-dpr-miring-perlukah-dikosongkan-4wCQ4p5Np4.jpg Gedung DPR. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Isu tentang gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang miring ini kembali berhembus. Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang naik Rp5,7 triliun tahun ini diklaim untuk memperbaiki Gedung DPR

Kepala Divisi Uji Kelayakan Stuktur, Laboratorium Struktur dan Material Departemen Teknik Sipil FTUI Josia Irwan Rastandi mengatakan, meskipun sudah terbukti mengalami kemiringan, tidak berarti harus segera dikosongkan. Menurutnya, harus diteliti apakah kemiringan terus berlanjut atau kemiringannya sudah tidak berubah.

“Kemiringan terus berlanjut juga seberapa besar rate pertambahan kemiringannya? Berapa persen atau berapa derajat pertambahannya? Dari situ baru bisa ditentukan tindakan apa yang harus dilakukan.” Jelasnya kepada Okezone.


Baca Juga: Menteri Basuki: Gedung DPR Masih Tegak dan Aman Dipakai

Dia menjelaskan, jika sudah terindikasi suatu bangunan itu miring, bangunan bisa saja tetap digunakan. Meski bangunan berindikasi miring berkelanjutan, tetapi jika sesuai perhitungan tidak membahayakan maka masih bisa tetap digunakan. "Apakah harus dikosongkan atau bisa tetap dihuni selama renovasi tersebut? Semua perlu dianalisa dan tidak bisa digeneralisir,” jelasnya.

Menurutnya, tidak ada SOP resmi untuk antisipasi gedung yang berindikasi kemiringan. “Tidak ada SOP resmi, tapi yang pasti harus dianalisa dulu dan tindakannya berdasarkan analisa,” ujarnya.

Baca juga: Sudah Terima Surat Resmi soal Gedung Baru DPR, Menteri PUPR Langsung Bentuk Tim Khusus

Diberitakan sebelumnya, isu gedung DPR miring ini telah mendapat tanggapan Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono. Menurut Basuki gedung sekarang ini masih bisa dipakai oleh karena itu, dia merekomendasikan untuk mengoptimalkan gedung yang ada.

Tidak hanya itu, dalam rekomendasi tim PUPR juga mengatakan bahwa gedng DPR tidak miring berbeda dengan menara Saidah.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini