Image

Sri Mulyani Berharap Barang Impor Terlarang Turun Tajam di Februari 2018

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018, 19:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 09 20 1842508 sri-mulyani-berharap-barang-impor-terlarang-turun-tajam-di-februari-2018-PN54u0gI0O.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk memangkas volume barang yang masuk ke dalam kategori impor barang larangan atau terbatas (lartas) yang akan masuk Indonesia. Dengan demikian maka akan lebih mempermudah logistik barang yang masuk ke Indonesia.

Pasalnya saat ini, persentase barang yang masuk kategori lartas sebesar 48,3% atau sebanyak 5.229 barang dari total sekitar 11.000 kategori barang.

Menteri Keuangan  (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap di awal tahun ini kategori barang yang masuk lartas bisa turun menjadi 20,8%. Oleh karenanya hingga saat ini koordinasi antar kementerian terus dilakukan agar lebih mempercepat proses pemangkasan barang kategori lartas.

Baca Juga: Impor Bali Turun 17,80%, Jadi Rp1,52 Triliun

"Nanti untuk lartas, kita akan coba selesaikan sesuai komitmen untuk menurunkan sampai sekitar 20% dengan berbagai peraturan Menteri, sehingga bea cukai tidak lagi dibebankan dengan memeriksa berbagai barang. Yang menjadi subject lartas menjadi sekitar 20% saja dari seluruh kode HS yang hampir 11.000," ungkap Sri Mulyani di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/1/2017).

Sri Mulyani mengatakan nantinya di setiap Kementerian akan mempunyai aturan sendiri untuk memangkas kategori barang impor lartas tersebut. Namun dengan tujuan yang sama yakni mengurangi jumlah untuk mencapai 20%. Kesepakatan antar kementerian juga te;ah tercapai untuk menurunkan hingga 20% ini di Februari 2018.

Baca Juga: Keluarkan Aturan Tata Niaga Impor di 2018, Ini Kriteria Barangnya

"Kita tadi sudah sepakat dan tinggal lakukan pelaksanaannya. Semoga bisa 1 Februari lartasnya menurun tajam," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menyatakan, semua kementerian akan ikut dalam pelaksanaan aturan ini sehingga koordinasi terus dilakukan.

"Semua (Kementerian ikut). Yang di forward ke luar bersinergi melakukan pengawasan pasca border. Mekanisme sudah ada," katanya.

Baca Juga: Melonjak Sepanjang November 2017, RI Impor Bom hingga Granat

Dirinya menyebutkan tujuan melakukan lartas barang impor ini untuk mempercepat proses pengiriman barang hingga menghemat biaya inap kontainer di pelabuhan karena proses yang lebih cepat.

"Supaya clearance lebih cepat, dwelling time rendah, cost murah. Karena enggak perlu berlama-lama di border, dan bisa langsung mengarahkan barangnya di gudang bersangkutan dalam hal semua syarat terpenuhi," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini