Image

Wall Street Ditutup Mixed Usai Kenaikan yang Panjang Selama Sepekan

ant, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018, 07:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 09 278 1842092 wall-street-ditutup-mixed-usai-kenaikan-yang-panjang-selama-sepekan-shJtGRRnCa.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Wall Street berakhir beragam pada Senin (Selasa pagi WIB), meskipun para investor mencoba untuk mengambil jeda dari pencetakan rekor reli yang dimulai tahun ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 12,87 poin atau 0,05 persen menjadi ditutup di 25.283,00 poin. Sementara indeks S&P 500 berakhir naik tipis 4,56 poin atau 0,17 persen menjadi 2.747,71 poin, dan indeks komposit Nasdaq bertambah 20,83 poin atau 0,29 persen menjadi 7.157,39 poin.

Baik indeks S&P 500, maupun Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi pada Senin (8/1).

Ekuitas-ekuitas AS melonjak selama minggu lalu, dengan ketiga indeks utama tersebut memperbarui rekor penutupan beberapa kali, karena sentimen investor didukung oleh prospek paket pemotongan pajak perusahaan AS dan secara umum data ekonomi yang positif.

Ketiga indeks utama tersebut, juga memecahkan tonggak utama minggu perdagangan pertama 2018, karena Dow, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing ditutup di atas 25.000 poin, 2.700 poin dan 7.000 poin, untuk pertama kalinya.

"Pasar ekuitas AS telah meningkat karena data payrolls (penggajian) AS dan data manufaktur yang positif, selain diuntungkan dari reformasi pajak perusahaan dan perorangan," kata Brendan Ahern, direktur investasi U.S. Krane Funds Advisors dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah rancangan undang-undang pemotongan pajak sebesar 1,5 triliun dolar AS menjadi undang-undang akhir bulan lalu, yang mulai berlaku mulai Januari 2018. RUU pajak, penulisan ulang secara luas undang-undang perpajakan Amerika Serikat sejak 1986, memotong tingkat pajak penghasilan badan menjadi 21 persen dari 35 persen dan menurunkan tarif pajak pendapatan individu.

Para pedagang akan fokus pada musim laporan laba perusahaan kuartal keempat, yang akan dimulai minggu ini. J.P. Morgan Chase, BlackRock, dan Wells Fargo termasuk di antara perusahaan-perusahaan yang dijadwalkan akan merilis hasil keuangan mereka.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini