Image

AKR Corporindo Dipercaya Pemerintah Salurkan 205.000 KL Solar hingga 2023

Agregasi Selasa 09 Januari 2018 11:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 09 278 1842184 akr-corporindo-dipercaya-pemerintah-salurkan-205-000-kl-solar-hingga-2023-wMxcttrUFg.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Bisnis distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjadi andalan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dalam menggenjot target penjualan tahun ini. Belum lama ini, perseroan mendapatkan kontrak dari pemerintah untuk penyaluran solar sebanyak 205 ribu kilo liter.

Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa bilang, penugasan tersebut berlaku selama lima tahun, dimulai pada tahun 2018 hingga 2023. "Penugasan AKR 205.000 KL dengan penugasan di seluruh wilayah Indonesia, atau 1,6% dari alokasi APBN 2018 yang sebesar 15,6 juta KL," kata Fanshurullah di Jakarta, kemarin.

AKR mendapatkan penugasan setelah mengikuti proses seleksi Pelaksana Penyediaan dan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) untuk tahun 2018 sampai 2022. Dari 11 badan usaha yang mengambil dokumen untuk penugasan P3JBT, hanya AKR yang memasukan dokumen dan proses seleksi P3JBT. "Setelah proses penilaian, evaluasi teknis dan finansial, maka melalui sidang komite BPH Migas pada 27 November 2017 ditetapkan PT AKR sebagai peaksana penugasan BBM tertentu," jelasnya.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun. Belanja modal ini berasal dari kas internal. Capex ini nantinya akan digunakan untuk pengembangan proyek-proyek yang sedang ditangani AKRA. Di antaranya seperti pembangunan utilitas dan fasilitas pada Kawasan Industri dan Pelabuhan Jawa Terpadu atau Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE).

Direktur AKRA, Suresh Vembu pernah bilang, pembangunan tersebut untuk penyelesaian tahap satu. Sampai dengan saat ini, dalam proyek JIIPE tersebut AKRA sudah berinvestasi sebesar Rp 4 triliun. Total investasi yang dibutuhkan antara Rp 7 triliun hingga Rp 8 triliun untuk pengembangan JIIPE tahap I. Baik untuk pengembangan kawasan industri, maupun untuk perluasan pelabuhuan.

Untuk pengembangan tersebut, baik AKRA maupun PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) akan melakukan investasi lanjutan. Asal tahu saja, proyek JIIPE ini merupakan joint venture antara kedua perusahaan tersebut. "Proyek JIIPE butuh banyak investasi lagi, mungkin ada tahap 1, 2, dan 3. AKR dan Pelindo akan investasi," imbuhnya.

Selain investasi di JIIPE, AKR juga akan berinvestasi dalam membangun terminal tangki penyimpanan, SPBU, dan logistik untuk bisnis petroleum dan chemical. Di petroleum, belanja modal mencakup investasi pada SPBU ritel bersama dengan British Petroleum (BP) untuk menjual bensin tanpa subsidi.

AKRA optimistis, pendanaan untuk investasi tahun depan masih aman. Hal ini lantaran perusahaan melakukan divestasi usaha di China. Di antaranya yang terbaru yakni dengan menjual anak usahanya Khalista (Liuzhou) Chemical Industry Co Ltd. Divestasi ini ditargetkan rampung pada pertengahan 2018. Sebelumnya, AKRA juga menandatangani perjanjian divestasi pada bisnis operator pelabuhan Guigang dengan Beibu Gulf Port Co Ltd.

Terkait dengan kinerja 2017, AKRA optimistis bahwa target bisnis yang dibidik pada tahun ini bisa tercapai. Sedangkan target tahun depan, topline AKRA masih dipengaruhi oleh harga komoditas dunia. Namun untuk volume penjualan, AKRA membidik bisa naik hingga double digit. "Tahun 2018, kami targetkan volume penjualan bisa naik 10%-12%," imbuhnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini