nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SKK Migas Tuding Pembeli Gas Blok Masela adalah Calo

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 16:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 09 320 1842368 skk-migas-tuding-pembeli-gas-blok-masela-adalah-calo-9tYBEsVQvO.jpg Jajaran SKK Migas. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengindikasi adanya permainan calo dalam pembelian gas Blok Masela. Pasalnya, perusahaan-perusahaan tersebut menyampaikan harga keekonomian gas Masela sebesar USD3 per MMBTU.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, indikatif price di Teluk Bintuni saja sebesar USD5,2 per MMBTU. Artinya, jika ada perusahaan yang menawar gas Masela USD3 per MMBTU dianggap sebagai bisnisman yang tidak mau kerja.

"Itu maunya cari untung. Yang kemungkinan besar jadi calo. Kalau dia beli USD3 per MMBTU nanti akan di caloin ke perusahaan manufacturing yang mau beli ke dia USD4 per MMBTU," tuturnya, di Ruang Sarulla, Gedung Sekjen Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Baca Juga: Harga Kemurahan, SKK Migas "Malas" Jual Gas ke Industri Dalam Negeri

Menurut Amien, perusahaan yang mau membeli gas Masel USD3 per MMBTU hanya omong besar. Pasalnya, jika menjalankan model bisnis seperti itu, supit taxi pun bisa.

"Indikator price yang menawarkan di Teluk Bintuni itu USD5,2 per MMBTU. Saya pergi ke China jauh-jauh di sana USD6,2 per MMBTU. Nah bisnisman apa ini karena disupport pejabat ini saya minta USD3, bisnisman apa? Itu mah calo. SKK Migas gak akan jual ke calo," tegasnya.

Baca Juga: Beda dengan BBM, Ini Alasan Harga Jual Gas di Indonesia Tak Bisa Disamakan

Oleh karena itu, Amien mengatakan, pihaknya akan mencari pembeli gas Masela sendiri. Pasalnya, harga gas di Teluk Bintuni yang ditawar calon pembeli mencapai USD5,2 per MMBTU. "Jadi kalau industri tawar USD3 per mmbtu. SKK migas cari pembeli sendiri," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini