nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tawar Gas USD3/MMbtu, SKK Migas Cibir Di-support Pejabat

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 16:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 09 320 1842391 tawar-gas-usd3-mmbtu-skk-migas-cibir-di-support-pejabat-9AFwOjX1Pn.jpg Ilustrasi Gas. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut perusahaan yang menawar harga gas Blok Masela sebesar USD3 per MMBTU bukanlah perusahaan besar. Artinya perusahaan ini tidak terkenal di dunia.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, pihaknya bersedia melakukan diskusi dengan penawar gas Masela yang benar-benar realistis. Minimal, perusahaan ini terkenal di dalam negeri.

"Yang nawar USD3 per MMBTU ada di urutan berapa dalam Fortune 500? Enggak ada mereka di dalam itu. Artinya ini perusahaan-perusahaan enggak dikenal dunia. Kalau urutan bagus mari diskusi, nah kalau di Indonesia saja tidak dikenal buat apa kita bisnis dengan mereka?" ujarnya, di Ruang Sarulla, Gedung Sekjen Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Baca Juga: SKK Migas Tuding Pembeli Gas Blok Masela adalah Calo

Menurut Amien, indikatif price gas di Teluk Bintuni saja sebesar USD5,2 per MMBTU. Artinya, jika ada perusahaan yang menawar gas Masela USD3 per MMBTU dianggap sebagai bisnisman yang tidak mau kerja.

"Kalau dia beli USD3 per MMBTU nanti akan di caloin ke perusahaan manufacturing yang mau beli ke dia USD4 per MMBTU," tuturnya.

Perusahaan yang mau membeli gas Masel USD3 per MMBTU hanya omong besar. Pasalnya, jika menjalankan model bisnis seperti itu, semua orang pun mampu meraih untung.

"Indikator price yang menawarkan di Teluk Bintuni itu USD5,2 per MMBTU. Saya pergi ke China jauh-jauh di sana USD6,2 per MMBTU. Nah bisnisman apa ini karena disupport pejabat ini saya minta USD3, bisnisman apa? Itu mah calo. SKK Migas gak akan jual ke calo," tegasnya.

Baca Juga: Harga Kemurahan, SKK Migas "Malas" Jual Gas ke Industri Dalam Negeri

Jika demikian, Amien mengatakan, pihaknya akan mencari pembeli gas Masela sendiri. Pasalnya, harga gas di Teluk Bintuni yang ditawar calon pembeli mencapai USD5,2 per MMBTU. "Jadi kalau industri tawar USD3 per mmbtu. SKK migas cari pembeli sendiri,"tandasnya.

Sekadar informasi, Kementerian Perindustrian sebelumnya menyampaikan bahwa ada tiga perusahaan yang akan membangun pabrik petrokimia berbasis gas di Blok Masela. Mereka adalah Pupuk Indonesia, Elsoro Multi Prima dan Sojitz Indonesia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini