Image

Pembangunan Molor, Jumlah Unit Apartemen di 2017 Tidak Capai Target

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018, 15:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 09 470 1842357 pembangunan-molor-jumlah-unit-apartemen-di-2017-tidak-capai-target-dk1rjR481A.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Konsultan Properti Asing Collier mencatat, jumlah apartemen tahun lalu tidak mencapai target. Hal ini dikarenakan proses pembangunan yang berjalan lambat atau molor.

Senior Associate Director Ferry Salanto mengatakan, pembangunan apartemen di tahun 2017 hanya mencapai 38% dari target yang ditetapkan yakni 21.167 unit. Pembangunan yang tidak selesai di 2017 diyakini akan selesai pada 2018. Dengan begitu, jumlah unit apartemen pada 2018 akan lebih banyak dibanding tahun lalu.

Baca Juga: Apartemen Cocok untuk Generasi Milenial, Begini Penjelasannya

"Kumulatifnya kalau apartemen yang kelihatan 2017 aktivitas konstruksinya awal-awal itu, awal tahun 2017 proyeksi kita 21.167 unit bisa selesai, kenyataannya 38% yang selesai. Akibatnya adalah 2018 jumlah ini akan meningkat karena tambahan dari apartemen 2018 ditambah proyek 2017 yang belum selesai," ungkapnya di Gedung WTC, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Dengan keterlambatan pembangunan ini, maka di 2018 jumlah unit apartemen yang bertambah di prediksi mencapai hingga 34.000 unit. Jumlah ini sangat tinggi dari prediksi beberapa tahun sebelumnya.

Baca Juga: Perusahaan India Mampu Bangun Apartemen dalam 2 Minggu

"Cukup besar mungkin paling besar beberapa tahun ke belakang. Lini proyeksi saat ini, kalau 2018 agak mengerikan dari suppl-ya, penyerapan per tahun itu nggak tinggi supply tahunannya. Kalau 2 tahun ke depanya lagi jumlahnya akan lebih make sense 10 ribuan unit per tahunnya. Akan ada proyek 2018 delay di sini jadi 2019," jelasnya.

Selain itu, dia menjelaskan tingkat serapan apartemen dengan jenis dan kategori yang sama turun dari 86,8% menjadi 85,9% karena banyaknya ketersediaan di 2018. Untuk tingkat serapan di 2018 di produksi sampai 88% dan akan ada kenaikan dari tahun 2017 lalu.

"Secara pre commited back up sudah kelihatan. Ditambah rencana dari ekspektasi penjualan akan tinggi dibanding 2017 akan naik 1%-2 % di 2018," jelasnya.

Baca Juga: Hunian Vertikal Jadi Tren di Depok

Sementara itu, harga jual apartemen di 2018 rata-rata diperkirakan naik hingga Rp2 juta karena proyek yang masuk di atas harga pasaran.

"Secara rata-rata ini akan hadapi penyesuaian. Dari 2017-2018 kenaikan enggak terlalu banyak. Masih tren belum terlalu tinggi. Kalau dari breakdown-nya baik apartemen yang dibangun atau apartemen yang sudah jadi angkanya sudah jadi mereka jual sisanya," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini