Image

Moody's Nyatakan Pilkada Ganjal Reformasi Kebijakan Ekonomi, Sri Mulyani Punya Pandangan Lain

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018, 13:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 10 20 1842849 moody-s-nyatakan-pilkada-ganjal-reformasi-kebijakan-ekonomi-sri-mulyani-punya-pandangan-lain-p6G4iO1jxq.jpeg Sri Mulyani (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Lembaga pemeringkat Internasional, Moody's menyatakan pemilihan umum yang berlangsung di sejumlah negara di Asia akan memperlambat momentum reformasi kebijakan ekonomi. Tidak terkecuali Indonesia yang juga melakukan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tahun ini.

Menanggapi pernyataan lembaga pemeringkat internasional itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, Pilkada tidak akan menggangu momentum reformasi ekonomi. Pasalnya saat ini pemerintah justru terus berkoordinasi untuk memecahkan berbagai masalah guna mempercepat reformasi.

"Jadi saya ingin menegaskan bahwa seluruh alasan tahun ini kemudian pemerintah akan terdistraksi atau terganggu konsentrasinya dan tidak menjalankan berbagai program reformasi ambisiusnya, itu salah," ungkapnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Baca Juga:  Tatap 2018 dengan Optimistis, Jokowi: Jangan Takut dengan Risiko!

Menurutnya, pemerintah justru tengah fokus menyelesaikan masalah perekonomian. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan memangkas tingkat larangan terbatas (lartas) untuk barang impor yang di targetkan turun Februari ini.

"Jadi justru tahun ini reformasi untuk menghilangkan berbagai macam masalah. Jadi kita juga menghilangkan lartas dari 40% ke 20%," jelasnya.

Sri Mulyani menyatakan, pemangkasan tingkat lartas bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat arus barang yang masuk ke Indonesia. Pemerintah secara signifikan akan mengurangi jumlah lartas yang saat ini dinilai masih cukup tinggi.

Baca Juga: Pilkada Serentak Bisa Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 2018

"Nah, kita sekarang malah akan masuk ke masalah detail apa yang akan menghambat investasi dan mindset dari kita, adalah bagaimana memecahkan masalah," tegasnya.

Dia menekankan, bahwa semua upaya yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, adalah untuk mengurai masalah demi mempercepat reformasi kebijakan ekonomi.

"Jadi kita pemerintah duduk, koordinasi, kolaborasi, sinergi, untuk bisa membuat kemajuan yang konkret di bidang investasi dan mendukung ekspor. Ini adalah komitmen, tapi tidak hanya komitmen tapi juga dilaksanakan," tukasnya.

(ulf)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini