nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Rapat Sri Mulyani dan Menko Darmin Bahas Percepatan Berusaha

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 14:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 10 20 1842900 hasil-rapat-sri-mulyani-dan-menko-darmin-bahas-percepatan-berusaha-Ox1AIhWArZ.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan investasi dan kemudahan berusaha dalam membangun perekonomian Indonesia. Langkah yang dilakukan dengan mensinergikan antara dua Satuan Tugas (Satgas) yakni Satgas Paket Kebijakan Ekonomi dan Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, koordinasi yang terus dilakukan oleh pihak terkait untuk mempercepat pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 91/2017 Percepatan perizinan berusaha.

"Kita gabung dengan satgas paket kebijakan ekonomi. Kita gabungkan, disatukan ia pekerjaannya karena kita perlu banyak orang," ungkap Darmin di Kantornya, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Baca Juga: Investasi dari Eropa Naik 100%, Swedia dan Denmark Capai 500%

Rapat koordinasi (rakor) yang dilakukan hari ini juga dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menkominfo Rudiantara, Kepala Staf Kepresidenanan Teten Masduki, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dan Menko Perekonomian Edy Putra Irawadi serta pejabat teknis lainnya. 

Menko Darmin menyatakan, dalam rakor setidaknya ada tiga poin pembahasan yang dilakukan bersama. Rapat untuk memberikan tugas inti kepada satgas agar bekerja lebih cepat sehingga single submission perizinan bisa dimulai di Maret 2018.

"Nah tadi itu yang pertama yang kita lakukan, kan target kita sampai akhir Februari adalah supaya semua satgas terbentuk dan berfungsi. Kemudian ada penyederhanaan perizinan yang penting yang mendesak dilakukan. Oleh karena itu tadi yang dibicarakan pertama adalah investasi yang sudah didaftarkan sejak 24 September waktu Perpres itu keluar, sampai sekarang," jelas Darmin.

Baca Juga: Jokowi Ibaratkan Indonesia Orang Sakit yang Kolesterol dan Jantungnya Baik, tapi Tak Bisa Lari Cepat

Pembahasan kedua yakni mempercepat perizinan yang dianggap krusial untuk segera diselesaikan dan dipermudah. Umumnya yang krusial adalah menyangkut logistik dan angkutan.

"Tadi juga kita sampaikan satu per satu dan kalau yang kedua itu adalah dikaitkan juga dengan tugas satgas-satgas di paket kebijakan ekonomi. Itu adalah pak Teten dan tim," paparnya.

Pembahasan terakhir adalah mengenai identifikasi dari investasi yang selama ini sudah yakni sebelum 24 September 2017. Di mana ada perizinan yang sudah dua hingga tiga tahun belum selesai sehingga akan dicek apa yang menyebabkan masih terhambat dan mencari cara bagaimana mengatasinya.

"Itu tadi yang pada dasarnya kita bicarakan. Memang tadi Menkeu intervensi misalnya, oke bidang saya apa. Kemudian dia perintahkan pajak melakukan perbaikannya," tukas Darmin.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini