Image

Wall Street Cetak Rekor Baru Jelang Laporan Keuangan Emiten 2017

ant, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 07:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 10 278 1842690 wall-street-cetak-rekor-baru-jelang-laporan-keuangan-emiten-2017-hxu8Wg2EuO.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

NEW YORK - Saham-saham di Wall Street berakhir menguat di rekor tertinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB). Hal ini dikarenakan para investor optimistis tentang musim pelaporan laba perusahaan-perusahaan yang akan datang.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 102,80 poin atau 0,41% menjadi ditutup di 25.385,80. Indeks S&P 500 naik 3,58 poin atau 0,13% berakhir di 2.751,29. Indeks Nasdaq bertambah 6,19 poin atau 0,09% ditutup pada 7.163,58.

Musim pelaporan laba perusahaan kuartal keempat akan dimulai minggu ini. Raksasa keuangan J.P. Morgan Chase, BlackRock, dan Wells Fargo termasuk di antara perusahaan-perusahaan yang dijadwalkan akan merilis hasil keuangannya.

Untuk sektor keuangan, Stephen Guilfoyle, presiden Sarge986 LLC, memperkirakan pertumbuhan laba berada di antara 3,00% hingga 3,50 persen.

Data terakhir dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan-perusahaan yang tergabung S&P 500 pada kuartal keempat 2017 diperkirakan akan meningkat 11,8 persen dari tahun ke tahun, sementara pendapatan diperkirakan akan meningkat 6,9 persen.

Ekuitas-ekuitas AS melonjak untuk minggu lalu, dengan ketiga indeks utama tersebut memperbarui rekor penutupan beberapa kali, karena sentimen investor didukung oleh prospek paket pemotongan pajak perusahaan AS dan data ekonomi positif.

Ketiga indeks utama tersebut juga memecahkan tonggak penting pada minggu perdagangan pertama 2018, karena Dow, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing ditutup di atas 25.000 poin, 2.700 poin dan 7.000 poin, untuk pertama kalinya.

Baik S&P 500, maupun Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi pada Senin (8/1).

"Pasar ekuitas AS telah meningkat karena data payrolls (penggajian) dan manufaktur AS yang positif, selain diuntungkan dari reformasi pajak perusahaan dan perorangan," kata Brendan Ahern, direktur investasi U.S. Krane Funds Advisors dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini