Image

Wall Street Terancam Alami Penurunan Pertama di 2018

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018, 21:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 10 278 1843196 wall-street-terancam-alami-penurunan-pertama-di-2018-UZrCZHpXvJ.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Reuters)

NEW YORK - Wall Street dibuka turun tajam karena investor khawatir adanya laporan bahwa China mempertimbangkan untuk memperlambat atau bahkan menghentikan pembelian obligasi pemerintah AS.

Dolar AS turun lebih dari 0,5% terhadap sekeranjang mata uang, sementara yield Treasury AS berjangka panjang menyentuh level tertinggi baru 10 bulan, setelah laporan Bloomberg mengatakan pasar obligasi AS menjadi kurang menarik bagi Beijing.

Jika kerugian terus berlanjut sampai pasar terbuka, Dow akan mengalami kejatuhan untuk pertama kalinya pada 2018. Indeks Volatilitas CBOE .VIX, sebuah ukuran kegelisahan pasar yang diikuti secara luas, melonjak 2 poin dari kehidupannya yang rendah yaitu 8.56.

Indeks Dow Jones turun 107 poin atau 0,42% dengan 32.766 saham berpindah tangan, indeks S&P 500 turun 10,75 poin atau 0,39% dengan 223.418 saham diperdagangkan dan indeks Nasdaq 100 turun 38 poin atau 0,57% dengan 42.431 saham diperdagangkan.

Indeks S&P dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi untuk hari keenam berturut-turut, karena optimisme menjelang laporan pendapatan kuartalan. Bank-bank besar JPMorgan dan Wells Fargo akan memulai musim pendapatan pada hari Jumat.

Saham homebuilder Lennar Corp (LEN.N) turun 1,66% setelah keuntungannya di bawah perkiraan, karena penundaan pemesanan satu transaksi besar. Saham Nordstrom (JWN.N) turun sekira 5% dan saham Nvidia (NVDA.O) tergelincir 1,45% setelah produsen chip tersebut mengatakan beberapa chipsetnya telah terpengaruh oleh masalah memori.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini