Tren Perkantoran Kembali Merambah ke Pusat Kota

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 15:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 10 470 1842916 tren-perkantoran-kembali-merambah-ke-pusat-kota-4pNGqrcbq8.jpg Kawasan Perkantoran (Foto: Okezone)

JAKARTA - Konsultan properti Savills Indonesia memprediksi, kecenderungan perusahaan-perusahaan berpindah kantor ke kawasan Central Business District (CBD) akan tumbuh tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Tren ini dinilai mulai terjadi, meskipun perkembangannya masih lambat. Kepala Departemen Riset Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, kondisi ini akan membalikkan tren yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan.

Pasalnya sejak 2005, perusahaan yang sebelumnya berkantor di CBD justru berpindah ke non-CBD dengan alasan tarif sewa yang lebih murah. Selain itu, perubahan generasi turut memengaruhi referensi ke depannya. Dia mencontohkan, sebelumnya banyak perpindahan perusahaan migas dari pusat kota ke selatan, seperti kawasan TB Simatupang, karena rata-rata pimpinan perusahaan didominasi kalangan baby boomer yang lebih memilih lokasi kantor yang dekat dengan fasilitas pendidikan dan mempertimbangkan kualitas lingkungan perumahannya.

Anton melanjutkan, saat ini pesatnya pertumbuhan generasi milenial dengan referensi yang berbeda mulai menyebabkan tingginya tingkat kekosongan kawasan perkantoran di pinggiran kota (non-central business district /CBD).

Apalagi, kalangan milenial akan merajai struktur perusahaan ke depannya.

“Generasi milenial, mereka maunya urban lokasi, tengah kota, yang aksesnya mudah dicapai, dan dekat dengan fasilitas makan, olahraga, belanja, dan lainnya, Semua itu yang paling cocok adalah tengah kota. Jadi, ada tren relokasi dari CBD ke non-CBD, itu bisa berubah lagi ke CBD,” katanya.

Rendra Hanggara

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini