Menteri Sofyan Djalil Takut Di-reshuffle Jika Target Tidak Tercapai

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 18:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 10 470 1843069 menteri-sofyan-djalil-takut-di-reshuffle-jika-target-tidak-tercapai-aYWgSwjqux.jpg Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil berseloroh terkait reshuffle kabinet yang akan kembali dilakukan Presiden Joko Widodo. Dia mengungkapkan takut terkena reshuffle apabila target penyaluran sertifikat tanah yang diberikan Jokowi tak tercapai.

Dia menyebutkan, sejak 2016 sudah ada 46 juta bidang tanah yang tersertifikasi dari 126 juta bidang tanah. Adapun Kementerian ATR/BPN ditargetkan untuk menyalurkan 5 juta sertifikat tanah di tahun 2017 dan 7 juta sertifikat di tahun 2018.

Baca Juga: Ditanya soal Reshuffle, Arcandra Tahar: Kerjaan Saya Banyak

"Saya paling dag dig dug kalau tidak tercapai, Presiden pernah bilang awas menterinya. Saya takut di-reshuffle," canda Sofyan usai menandatangani kerjasama dengan Pelindo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Lanjutnya, dengan canda mengatakan tahu akan menjabat disalah satu posisi bila terkena reshuffle. "Tapi kalau dirotasi saya tahu posisi saya berikutnya ‘Menteri Urusan Wanita Muda’," candanya dengan tertawa.

Baca Juga: Diisukan Jadi Pemimpin Kementerian BUMN, Menteri Jonan Buka Suara

Pada tahun 2017, Sofyan mengatakan sudah melakukan pengukuran tanah sebanyak 5,2 juta yang pada akhirnya berhasil mencapai 4,2 juta bidang tanah yang tersertifikasi. Selebihnya yang tak terverifikasi merupakan tanah yang bersengketa maupun pemilik tanah tak tinggal di wilayah yang sama dengan lokasi tanah.

Dia pun optimistis target 7 juta penyaluran sertifikat tanah di tahun ini bisa tercapai. Terlebih kini Kementerian ATR menyediakan layanan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk mengejar jumlah tanah yang akan disertifikasi.

Baca Juga: Kumpulkan Para Menteri, Jokowi Bahas Reshuffle?

"Masih ada sisa 80 juta tanah lagi yang kita harus capai tapi saya pikir angkanya akan lebih banyak. Insya Allah target 2025 bahwa 100 persen tanah tersertifikasi akan tercapai," ujar dia.

Sofyan menyebutkan, hingga saat ini sumber daya manusia kementerian ATR sebanyak 19.000. Dimana juru ukur sebanyak 7,000 dengan juru ukur  berlisensi sudah ada 5.500. nantinya juru ukur juga akan ditambah sebanyak 3.000 pekerja.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini