Image

Transaksi Multilateral BBJ Tumbuh 23,57%, Didominasi Kontrak Komoditas Kopi

Agregasi Kamis 11 Januari 2018, 12:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 11 278 1843399 transaksi-multilateral-bbj-tumbuh-23-57-didominasi-kontrak-komoditas-kopi-2l9forrVMj.jpg Ilustrasi

JAKARTA - PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) membukukan kenaikan transaksi multilateral sepanjang tahun lalu. Perdagangan kopi mendominasi transaksi. "Perdagangan kopi dan emas yang paling banyak karena pasar melihat volatilitas harganya paling menarik," kata Direktur Utama BBJ, Stephanus Paulus Lumintang di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, transaksi multilateral tahun lalu sebanyak 1,09 juta lot. Jumlah tersebut meningkat 23,57% dibandingkan pencapaian tahun 2016. Realisasi transaksi juga melampaui target perusahaan hingga 8%. Asal tahu saja, pada 2017, perusahaan menargetkan transaksi multilateral sebesar 1,01 juta lot. Namun, transaksi sistem perdagangan alternatif (SPA) turun 8,3% yoy menjadi 4,4 juta lot.

Kontrak berjangka komoditas kopi mendominasi yaitu sebanyak 44%. Besaran ini naik 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi kedua ditempati perdagangan berjangka emas dengan kontribusi 39%, sama dengan tahun sebelumnya. Diikuti kontrak olein dengan kontribusi 16%, naik 3% dari tahun 2016. Terakhir, kontrak perdagangan kakao menyumbang 5%, naik 1% dari periode sebelumnya.

Namun, transaksi pada sistem perdagangan alternatif (SPA) sepanjang 2017 turun 8,3% menjadi 4,4 juta lot transaksi dari tahun sebelumnya 4,8 juta lot. "Penurunan ini karena terjadi peralihan investor ke pasar criptocurrency,” ujar Paulus.

Tahun ini, perseroan optimistis dapat meningkatkan volume transaksi hingga 10% terutama pada transaksi multilateral. Oleh karena itu, guna memenuhi target tersebut, perseroan telah menyiapkan sejumlah agenda besar yang tengah dipersiapkan untuk meningkatkan minat pasar. ”Kami sedang menyiapkan satu aksi korporasi besar, mungkin bisa rilis di kuartal II nanti," kata Stephanus.

Namun dirinya enggan merinci rencana tersebut. Dia hanya menyebut, setidaknya terdapat empat agenda yang dapat dinantikan pasar bursa berjangka Indonesia pada 2018 dan 2019. Agenda tersebut adalah kontrak lelang fisik refinansi gula, kontrak berjangka komoditas karet, kontrak berjangka emas syariah dan kontrak berjangka finansial. “Target kami, pada 2018 adalah jumlah transaksi naik 10%, tapi dengan aksi korporasi yang sedang kami siapkan ini, kenaikan hingga 32% itu memungkinkan," lanjutnya.

Setelah sukses meneken kerja sama dengan bursa berjangka Malaysia dan Thailand untuk kontrak berjangka karet, BBJ juga melirik kesempatan menggaet Vietnam. Paulus menyatakan, pada Februari mendatang, International Tripartite Rubber Council (ITRC) akan mengadakan pertemuan di Jakarta yang berpotensi menggaet Vietnam dalam kelompok ini. “Ini untuk memberi hedging harga kontrak karet berjangka antar negara produsen," jelas Stephanus.

Sebelumnya, di pertengahan Desember kemarin, bursa komoditas ini telah mengantongi jumlah transaksi hingga 1 juta lot. Tumpal Sihombing, Sekretaris Perusahaan PT BBJ pernah bilang, di penghujung tahun kondisinya memang sedikit berbeda dari sebelumnya. Jika biasanya transaksi multilateral cenderung lesu, tetapi kenyataannya jumlah perdagangan masih tetap sama. Dari 15 kontrak yang diperdagangkan sebanyak 8 kontrak setiap harinya tetap aktif diperdagangkan.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini