Image

Ekspor Produk Perikanan Indonesia Naik 8,2% Tembus Rp55,21 Triliun

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018, 15:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 11 320 1843500 ekspor-produk-perikanan-indonesia-naik-8-2-tembus-rp55-21-triliun-RUijMIPEK0.jpg Perikanan Indonesia. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat peningkatan tren ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang tahun 2017. Angka ekspor perikanan selama 11 bulan di 2017 naik USD310 juta atau sekira 8,2%.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Nilanto Perbowo, memaparkan nilai ekspor periode Januari-November 2017 mencapai USD4,09 miliar (Rp55,21 triliun jika mengacu kurs Rp13.500 per USD) atau naik dibandingkan total nilai ekspor Januari-November 2016 sebesar USD3,78 miliar.

"Nilai ekspor produk perikanan sepanjang Januari-November tahun ini naik 8,12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya di Gedung Mina bahari IV, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Menurutnya, kenaikan nilai ekspor tersebut juga diikuti dengan kenaikan volume ekspor produk perikanan. Nilanto menyebutkan, selama periode 11 bulan di 2017, volume ekspor produk perikanan mencapai 979.910 ton atau naik sebesar 0,39%.

Baca Juga: Menko Luhut: Sudah Waktunya Kita Melihat Laut sebagai Poros Dunia

Di sisi lain, nilai impor produk perikanan dari Januari-November 2017 mencapai USD433.380. Tren impor selama 11 bulan di tahun 2017 naik 14,43%dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara volume impor juga naik 37,43% menjadi 346.350 ton.

"Kenaikan nilai dan volume impor tidak berpengaruh terhadap nilai neraca perdagangan karena persentase nilai impor hanya 10,31% terhadap nilai ekspor," jelas dia.

Sementara untuk tren nilai eskpor produk perikanan selama lima tahun sejak tahun 2012-2017 tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,38%. Begitu pula impor naik 0,98% serta neraca naik 3,76%. Namun, volume ekspor sepanjang lima tahun periode Januari-November 2012-2017 turun 2,43% sedangkan volume impor naik 1,61%.

Nilanto menegaskan, turunnya volume ekspor tidak berpengaruh terhadap peningkatan nilai ekspor per tahun. "Hal ini disebabkan meningkatkan harga ekspor. Selain itu produk memiliki nilai tambah," jelas dia.

Baca Juga: Investasi Sektor Perikanan Harus Dorong Aspek Ekologis dan Ekonomis

Adapun produk yang mengalami penurunan volume, berasal dari produk yang memiliki harga rendah atau under value, khususnya produk HS 030369, 030389 (ikan laut lainnya beku) yang memiliki harga rata-rata sekitar USD0,5 per kilogram (data 2014).

Berdasarkan data KKP, untuk komoditas utama yang diperdagangkan tren nilai ekspor Januari-November 2016-2017 mengalami kenaikan untuk komoditas udang 0,53%, tuna tongkol cakalang 18,57%, rajungan dan kepiting 29,46%, cumi sotong gurita 16,54%, rumput laut 23,35%, dan lainnya naik 3,61%.

Sementara itu, tujuan utama pasar ekspor mengalami kenaikan ke Amerika Serikat (AS) 12,82%, Jepang naik 8,31%, Asia Tenggara naik 3,42%, China naik 11,28%, dan Uni Eropa naik 9,38%.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini