Potensi Ekspor Tinggi, Alasan Utama 4 Komoditi Agro Ditingkatkan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 11 320 1843591 potensi-ekspor-tinggi-alasan-utama-4-komoditi-agro-ditingkatkan-1kLfQyfRVx.jpg Ilustrasi Kopi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan mulai menggenjot industri agro pada tahun 2018 ini. Nantinya akan ada empat komoditi yang akan menjadi fokus pemerintah gunanya meningkatkan industri agro.

Adapun empat komoditi yang akan tersebut yakni karet, kakao, kopi dan juga sawit. Selain itu, ada juga komoditi pada industri perikanan yang akan ditingkatkan tahun ini.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Panggah Susanto mengatakan, alasan pemerintah untuk berfokus kepada keempat komoditi tersebut dikarenakan potensi yang dimilikinya cukup besar.

"Yang kedua potensi ekspornya juga tinggi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/1/2018).


Baca Juga: Menko Darmin Minta Kemenperin Fokus Kembangkan Sawit, Kakao, Kopi dan Karet

Selain itu, lanjutan Panggah, keempat komoditas tersebut utama juga memiliki daya saing dengan industri lainya. Dengan daya saing yang begitu tinggi, maka potensi penyerapan lapangan kerja dari empat komoditi itu juga cukup tinggi. "Ada kriterianya kenapa prioritas itu," tambah dia.

Menurut Panggah, dengan potensi yang begitu besar maka mulai dari sekarang pihaknya akan mulai menyempurnakan apa yang telah dikerjakan belakangan ini untuk menggenjot keempat komoditi tersebut. "Ini sebenarnya sudah kita kerjakan dan hasilnya juga sudah ada, hanya ini kan dibahas lagi bagaimana lebih detail disempurnakan lagi disempurnakan lagi kan gitu," jelasnya.

Baca Juga: Konsultasi Tahunan, Indonesia dan Malaysia Akan Satukan Kekuatan Dukung CPO

Dia melanjutkan, salah satu yang menjadi bahan perbaikan adalah mengenai pengolahan dari masing-masing komoditi. Pasalnya, selama ini pengolahan dari komoditi tersebut dinilai masih cukup kurang.

"Terus di situ saya pikir sudah cukup dalam artinya bahwa di situ sudah konkret potensinya dan kemudian pendekatannya untuk pengolahan masing masing komoditi," jelasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini