Image

Senegal Akan Berikan Insentif Pajak untuk Investor Indonesia Selama 12 Tahun

ant, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 07:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 20 1843854 senegal-akan-berikan-insentif-pajak-untuk-investor-indonesia-selama-12-tahun-G43vkACKB3.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

LONDON - Pemerintah Senegal akan memberikan insentif pembebasan pajak selama 12 tahun bagi investor Indonesia yang berminat menanamkan modalnya di Diembiring serta membebasan pajak selama 10 tahun untuk yang berinvestasi di bidang pariwisata.

Hal itu disampaikan Wali Kota Diembiring, Tombon Gueye, yang melakukan kunjungan kerja dan bertemu Dubes Mansyur Pangeran di KBRI Dakar, belum lama ini.

Pensosbud KBRI Dakar Dimas Prihadi kepada Antara, Jumat mengabarkan, Pemerintah Senegal memprioritaskan distribusi dukungan finansial ke daerah perdesaan ketimbang kota besar untuk mendorong pengembangan investasi di perdesaan. Investasi di Cap Skirring tidak akan rugi karena banyak turis dan merupakan lokasi konsumen," ujar Tombon.

Dalam kunjungan ke KBRI Senagal, Tombon membawa sejumlah delegasi dan mempresentasikan berbagai peluang investasi yang dapat dimanfaatkan pengusaha Indonesia. Sejumlah bidang kerja sama seperti budi daya kelapa sawit, padi dan mangga. Wali kota mengatakan pertanian di Diembiring masih dikelola secara tradisional dan sangat bergantung pada hujan sehingga memerlukan transfer pengetahuan dan teknologi dari Indonesia agar hasil pertanian tersebut dapat diproduksi secara massal dan diekspor.

Dikatakannya�pertanian di Diembiring belum dikelola secara profesional padahal wilayah ini memiliki tanah yang subur dan curah hujannya tinggi. Bidang lainnya yaitu peternakan dan aquakultur terbuka lebar bagi investasi dari Indonesia.

Guna memenuhi kebutuhan hewan kurban khususnya pada waktu perayaan Idul Adha, Pemerintah Senegal memerlukan investasi besar-besaran di bidang peternakan. Selama ini Senegal mengimpor sapi dari Mali dan Guinea-Bissau untuk memenuhi permintaan hewan kurban.

Diharapkan adanya kerja sama sister city dengan kota di Indonesia, pemberian beasiswa bagi pemuda setempat, dan renovasi masjid di Cap Skirring.

Menanggapi peluang investasi yang disampaikan Wali Kota Tombon, Dubes Mansyur meminta kepada Wali Kota Diembiring itu memberikan informasi yang lebih detail mengenai berapa luas wilayah yang dimiliki wilayah Diembiring untuk investasi di bidang pertanian khususnya kelapa sawit.

Dubes Mansyur mengatakan investasi di Diembiring cukup menjanjikan karena wilayahnya yang subur dan terkenal akan industri pariwisatanya, yaitu Cap Skirring yang merupakan kawasan wisata pantai dan resort terbaik di Senegal.

"Peluang bagi para pengusaha Indonesia perlu dimanfaatkan karena insentif pajak yang diberikan Pemerintah Senegal sangat menarik. Kita akan upayakan juga kerja sama sister city antara Diembiring dengan Gorontalo yang memiliki konsep desa mandiri," ujar Dubes.

Untuk menjajaki kerja sama ini, Dubes Mansyur mengatakan KBRI Dakar akan mengumpulkan data yang lebih detail karena informasi investasi ini sangat penting untuk diangkat dalam Rapat Kerja Seluruh Kepala Perwakilan RI yang diadakan bulan Februari mendatang di Jakarta.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini