Image

Pedagang Surat Utang Bentuk Aturan Standar Transaksi Repo, Ini Tujuannya

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 11:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 278 1843939 pedagang-surat-utang-bentuk-aturan-standar-transaksi-repo-ini-tujuannya-07CQ92hEBi.jpg Foto: (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Perhimpunan Pedagang Surat Utang (Himdasun) menerbitkan aturan standar atau market standard untuk transaksi repo atas efek bersifat utang. guna memberikan acuan dan pedoman dalam bertransaksi repo, memperdalam pasar keuangan, serta meningkatkan profesionalisme pelaku pasar.

Market standar ini ditujukan untuk memberikan acuan dan pedoman dalam bertransaksi repo, memperdalam pasar keuangan, serta meningkatkan profesionalisme pelaku pasar.

Ketua Himdasun Farida Thamrin mengatakan bahwa penyusunan acuan transaksi repo untuk surat ini telah disusun sejak tahun 2017 dengan melibatkan pelaku pasar utang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan konsultan ahli dari Asian Development Bank (ADB).

"Dengan tersedianya market standard diharapakan pelaku pasar memahami mekanisme transaksi repo, meningkatkan volume dan menerapkan standar," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/1/2018).

 Baca juga: 20 Pemerintah Daerah Siap Jual Obligasi di Pasar Modal

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan pasar repo yang dalam dan likuid akan membantu pengembangan pasar modal dan peningkatan sektor riil.

“Mengintegrasikan pasar obligasi dengan pasar repo di Indonesia akan mendorong pengembangan alternatif sumber pembiayaan dan mengurangi ketergantungan pada pinjaman bank,” katanya.

Selain itu, lanjut Hoesen, pasar repo yang berkembang akan menjadikan pasar obligasi lebih aktif dan likuid.

Dijelaskan Hoesen, market standard ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama antar pelaku pasar atas transaksi repo, sehingga dapat meningkatkan profesionalisme, integritas dan kepercayaan antar pelaku pasar, serta mengurangi resiko sistemik di sektor jasa keuangan.

“Semoga peluncuran market standard transaksi repo atas efek bersifat utang akan diikuti dengan adanya penerbitan market standard transaksi repo atas efek bersifat ekuitas," katanya.

 Baca juga: Sah! Aturan Obligasi Daerah dan Green Bonds Terbit

Hoesen menyebutkan, perkembangan pasar modal khususnya di sektor pasar surat utang sepanjang tahun 2017 menunjukkan tren peningkatan yang sangat positif.

Hal ini terlihat dari kenaikan Indonesia Composite Bond Index (ICBI) sebesar 34,53 basis poin (bps) selama periode 2017 dari 208,45 pada Desember 2016 ke 242,98 pada Desember 2017.

Didorong iklim investasi yang semakin kondusif paska peningkatan rating oleh Standard and Poor’s dan Fitch Rating serta turunnya persepsi risiko atas investasi di pasar obligasi mendorong arus modal non residen yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara tercatat mengalami peningkatan dari Rp107,3 triliun tahun 2016 menjadi Rp170,3 triliun tahun 2017.

Rata-rata yield obligasi pemerintah telah turun sebesar 140,97 bps atau 1,41% dari 8,10% di 2016 menjadi 6,69% di 2017. Begitu pula, rata-rata yield obligasi korporasi rating A juga turun 165,15 bps atau 1,65% dari 10,72% di 2016 menjadi 9,07% di 2017.

Kinerja pasar obligasi yang meningkat di 2017 juga tercermin dari kenaikan rata rata harian nilai transaksi obligasi sebesar 5,89% dari Rp15,77 triliun di 2016 menjadi Rp16,70 triliun di 2017.

Likuiditas transaksi yang meningkat turut menopang peningkatan aktivitas transaksi repo. Tercatat total transaksi repo selama 2017 naik sebesar Rp42,04 triliun dari Rp263,17 triliun di 2016 menjadi Rp305,21 triliun di 2017.

Reta-rata harian nilai transaksi repo juga mengalami kenaikan dari Rp1,10 triliun menjadi Rp1,28 triliun.

Untuk diketahui, market standard dimaksud merupakan pedoman lebih lanjut yang dibuat dan disepakati oleh anggota Himdasun atas ketentuan POJK 09/POJK.O4/ 2015 yang mensyaratkan penggunaan dokumen Global Master Repurchase Agreement Indonesia (GMRA Indonesia) dalam pelaksanaan transaksi repo atau reverse repo yang dilakukan oleh Lembaga Jasa Keuangan.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini