BUSINESS SHOT: Indonesia Impor Beras 500.000 Ton demi Selamatkan Harga

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 14:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844058 business-shot-indonesia-impor-beras-500-000-ton-demi-selamatkan-harga-OkgnqjQjAz.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton dari Thailand dan Vietnam. Beras impor ini akan tiba pada akhir Januari 2018 yang bertujuan menekan harga.

Adapun impor beras berada di bawah koordinasi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero). Impor beras ini pertama kali dilontarkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta untuk mengkaji opsi impor beras kelas medium dalam rangka menstabilkan harga di pasar-pasar yang kini terus naik.

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta untuk mengkaji opsi impor beras kelas medium untuk menstabilkan harga di pasar-pasar yang kini terus merangkak naik.

"Opsi impor tidak dilarang, tapi kita minta jajaki tadi, incase ada sesuatu perlu, incase, kalau memang makin naik itu harus impor segera," katanya di Kantor Presiden, Selasa 9 Januari 2018.

 Baca juga: Operasi Pasar dan Impor Jadi Jurus Andalan Tekan Harga Pangan

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, beras impor akan tiba pada akhir Januari.

"Saya akan mengisi pasokan yang kosong ini dengan impor beras. Pasokan ini akan masuk akhir Januari," ujar Enggar di Kemendag, Jakarta, Kamis 11 Januari 2018.

Sesuai ketentuan Permendag No.1 Tahun 2018 beras yang di impor merupakan beras khusus. Adapun beras khusus ini nantinya akan dia jual di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras kualitas medium yakni Rp9.450 per kilogram.

"Harganya (beras khusus) kita tidak peduli berapa, tapi kita akan jual dengan harga beras medium. Kategori beras khusus tapi kita jual medium," kata Enggar.

 Baca juga: Polemik Beras Awal 2018, dari Kenaikan Harga hingga Keran Impor Dibuka

Enggar yakin, dengan adanya impor beras maka ketersediaan pasokan di pasaran akan semakin banyak, dengan demikian ini akan menekan harga beras yang melambung.

"Dengan stok beras yang kita isi terus ini nanti harga jadi turun. Sesuai hukum ekonomi, semakin banyak barang tersedia, harga semakin turun," tegasnya.

Sementara itu, Enggar meminta para pemasok, distributor hingga pedagang tidak menahan stok beras mereka dan melakukan penimbunan di tengah kenaikan harga beras.

"Kami minta supplier (pemasok), distributor dan pedagang beras untuk tidak menahan stok beras," katanya.

 Baca juga: Beras Khusus Thailand dan Vietnam Guyur Pasar Indonesia Akhir Januari

Sebelumnya, Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) di Pasar Induk Beras Cipinang pun meminta pemerintah melakukan impor beras untuk menyelamatkan harga.

Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifly Rasyid mengatakan, pedagang mendukung pihak yang konsisten seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla. Di mana orang nomor ke dua ini mengatakan impor diizinkan jika perlu dan dilarang saat panen raya tiba.

"Saya setuju, minta tolong ditulis besar-besar. Kami pedagang mendukung Bapak JK impor. Sebab kenapa, Pak JK kata-katanya konsiten, yang bijak dan kita ikuti pak JK," ujarnya kepada Okezone.

Sekretaris Jenderal APPI Ngadiran mengatakan, saat ini harga beras kelas medium terus merangkak naik yang sekarang sudah menyentuh Rp11.000 per kilogram (kg). Dari informasi yang diterimanya, kenaikan harga disebabkan karena pasokan padi berkurang. "Menurut saya kalau ngomong Wakil Presiden ikutin lah. Katanya suplus tapi dibilang surplus Mentan barangnya mana," ujarnya.

Jika memang tidak impor, kata Ngadiran, pemerintah utamanya Kementerian Pertanian (Kementan) harus segera membuktikan mana yang namanya surplus beras selama ini.

"Kalau dia bilang surplus barang ada saya dapat, kalau tidak di mana ngumpetinnya. Memang ditaruh di gudang Pak Menteri, ngomong doang itu," tandasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini