Pertumbuhan Kredit Perbankan 2017 Versi OJK Ditaksir Capai 10%

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 16:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844148 pertumbuhan-kredit-perbankan-2017-versi-ojk-ditaksir-capai-10-IP9KNWHxUV.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pertumbuhan kredit pada tahun 2017 bisa mencatatkan Double digit. Diperkirakan, pertumbuhan kredit pada 2017 bisa menyentuh angka 10%.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan Bank Indonesia (BI) masih terus melakukan perhitungan. Sehingga, dia belum bisa memberitahukan angka terakhir dari pertumbuhan kredit perbankan pada 2017.

"Realisasi kredit 2017 mudahan bisa Double digit ya. Ini kita sedang verifikasi angkanya ya mudah-mudahan bisa Double digit. Terakhir kuartal III November ya itu delapan koma sekian," ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Menurut Wimboh, optimisme tersebut dikarenakan jika melihat penyaluran kredit perbankan pada akhir tahun yang terus menggeliat. Apalagi, pada periode Desember permintaan dari koorporasi maupun individu meningkat.

Baca Juga: BI: Pertumbuhan Kredit 2017 8,1%

Lebih lanjut Wimboh mengatakan, kebutuhan kredit konsumsi menjadi penopang menggeliatnya kredit pada akhir tahu. Di sisi lain kredit modal juga menjadi salah satu penopang menggeliatnya kredit perbankan.

"Ini kan siklus sudah setiap tahun begitu, biasanya akhir tahun perusahaan-peruahaan perlu kasih bonus. Perlu bayar pajak, perlu aktivitas liburan, sehingga banyak sekali yang memerlukan likuiditas. Nah likuiditas industri perbankan melalui penarikan-penarikan pinjaman,'" kata dia.

Baca Juga: Banyak yang Diperhitungkan, Alasan Bunga Kredit Lebih Susah Turun ketimbang Deposito

Wimboh menambahkan, sektor mineral dinilainya masih lemah dalam menunjang pertumbuhan kredit pada tahun 2017. "Memang sektor konsumsi naik yang turun itu sektor yang mineral. Karena memang masih proses recovery yang mineral," jelasnya.

Meski begitu dia yakin angka pertumbuhan kredit dari rencana bisnis bank (RBB). Dalam rencana bisnis bank, ditetapkan angka pertumbuhan kredit sebesar 11,8%. "Kayanya sedikit miss dari RBB, enggak masalah lah. Ya paling-paling 10%," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini