Image

Divestasi 51% Saham Freeport, Dirut Inalum: Ikut Pak Jonan, Juni 2018

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 16:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844175 divestasi-51-saham-freeport-dirut-inalum-ikut-pak-jonan-juni-2018-0djtliyajT.jpg Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Alih-alih proses perundingan belum selesai, pemerintah justru sudah membagi-bagi jatah divestasi 51% Freeport. Dalam kerjasama tersebut, Inalum dapat 41% dan 10% dengan skema pengambilan saham melalui mekanisme korporasi.

Meski belum beres, pemerintah mengklaim bahwa negara akan mendapat 51% saham Freeport. Target perundingan pun sudah ditetapkan selesai Juni 2018.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihak mengikuti pemerintah untuk target penyelesaian perundingan Freeport. Sekarang proses divestasi 51% terus dibahas antara Inalum sebagai perusahaan negara yang ditugas membeli dengan PT Freeport Indonesia.

"Ikut Pak Jonan, Juni 2018 (perundingan Freeport selesai)," tandasnya, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (12/1/2018).


Baca Juga: Pembelian Saham Rio Tinto Diklaim Jadi Cara Masuk ke Freeport

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga meyakini bahwa pemerintah akan memiliki 51% saham PT Freeport Indonesia. Bagaimana caranya, saat perundingan masih berlangsung dan salah satu pembahasan adalah pembelian hak partisipasi Rio Tinto yang akan dikonversi menjadi saham Freeport.

"Indonesia akan memiliki 51%, itu diwakili dalam penandatangan hari ini. Proses untuk dapatkan 51% apakah termasuk participacing interest (Rio Tinto) yang nanti dikonversi jadi saham, itu masih kami diskusikan dan proses negosiasi," ujarnya.

Baca Juga: Pemda Papua Dapat 10% Saham Freeport, Sri Mulyani: Divestasi Harus Dilakukan Secara Transparan

Menurut Sri Mulyani, ada beberapa poin dalam proses negosiasi yang tidak bisa disampaikan ke pada publik karena berkaitan dengan keterbukaan perusahaan. Yang jelas, pemerintah meyakinkan masyarakat bahwa 51% kepemilikan Freeport menjadi punya negara. "Kami yakinakan komitmen 51% sesuasi adalah tidak ada negosiasi. Menuju situ kami umumkan dalam satu paket," tukas dia.

Sekadar informasi, perjanjian kerjasama pengambilan saham divestasi Freeport tersebut dilakukan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero).

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini