LPS Sudah Bayar Klaim Rp36,8 Miliar pada 2017

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 17:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844194 lps-sudah-bayar-klaim-rp36-8-miliar-pada-2017-MoXlCvGgYP.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sepanjang tahun 2017, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah membayarkan klaim kepada nasabah bank yang dicabut izinnya sebesar Rp36,8 miliar dengan total jumlah rekening yang telah dibayarkan simpanannya mencapai 6.585 rekening.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan sejak LPS beroperasi tahun 2005, klaim yang telah dibayarkan LPS mencapai Rp984,6 milliar. Total klaim ini turun dibandingkan total klaim yang dibayarkan LPS sepanjang tahun 2016 yaitu sebesar Rp168,5 miliar.

"Jumlah rekening yang telah dibayarkan simpanannya mencapai sebanyak 150.641 rekening," ujarnya di Kantor LPS, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Baca Juga: LPS Sudah Likuidasi 82 Bank

Halim melanjutkan, selama pembayaran klaim pada tahun 2017, terdapat 1.292 rekening tidak layak bayar yang sebagian besar disebabkan karena pemilik rekening terkait dengan kredit macet.

Hanya ada 19 rekening tidak layak bayar yang karena bunga simpanannya di atas bunga penjaminan LPS. "Artinya, masyarakat semakin tahu dan paham mengenai ketentuan persyaratan layak bayar dan simpanan yang dijamin," kata dia.


Baca Juga: LPS Sudah Jamin 99,9% Dana Nasabah di 2017

Sementara itu, sepanjang tahun 2017, LPS telah melikuidasi 9 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kesembilan bank tersebut tersebar di beberapa propinsi, yaitu DKI Jakarta 1 bank, Jawa Timur 2 bank, Sumatera Utara 1 bank, Riau 1 bank, Banten 1 bank, Bali 1 bank Sumatera Barat 1 bank dan Jawa Tengah 1 bank.

Hingga saat ini, lanjut Halim, LPS telah melakukan likuidasi terhadap 85 bank. Dari 85 bank yang dilikuidasi tersebut, yang telah selesai proses likuidasinya sebanyak 69 bank.

Sementara itu, total aset LPS hingga akhir November 2017 mencapai Rp86,81 triliun atau tumbuh 18,9% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp73,01 triliun. "Bentuk aset LPS ini didominasi 96,9% berupa penempatan investasi yaitu sebesar Rp84,12 triliun," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini