Menko Darmin Restui Impor Beras 500.000 Ton

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 19:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844277 menko-darmin-restui-impor-beras-500-000-ton-Y5mBaG5Gn6.jpg Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mendatangi kantor Kemenko Perekonomian untuk menghadiri rapat koordinasi mengenai komoditas pangan. Rapat ini dihadiri oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan tuan rumah Menko Darmin Nasution.

Mendag Enggar menyatakan dirinya datang untuk melaporkan mengenai kondisi pangan saat ini. Dia juga mengakui bahwa impor beras menjadi salah satu pembahasannya bersama Menko Darmin.

Baca Juga: Soal Beras Impor, Mentan: Tanya ke Mendag!

"Laporan saja tadi. Ditanya sama pak Menko Perekonomian (Darmin). Tadi laporan, salah satunya soal impor," ungkapnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Menurutnya, dalam pembahasan tersebut, dia menjelaskan mengenai impor beras khusus yang akan masuk ke Indonesia akhir bulan ini.

Baca Juga: Mentan Amran: Masih Ada Beras di Cipinang, Produksi 2017

"Jadi saya melaporkan kepada beliau, beras yang kita impor adalah beras yang masuk dalam kategori beras keperluan lain, yaitu dengan tingkat pecahan di bawah 5%. Itu mencakup itu dan itu lah yang kita impor." jelasnya.

Bahkan Mendag Enggar mengklaim bahwa Menko Darmin mengizinkan dirinya untuk melakukan impor beras khusus dari Thailand dan Vietnam sebanyak 500.000 ton.

"Beliau memahami, ya dengar laporan. Beliau (bilang) ya silakan saja kalau begitu," imbuhnya.

Baca Juga: Mendag: Pedagang Beras Cipinang Bilang Kekurangan Pasokan

Selain itu, Mendag menegaskan impor beras khusus ketentuannya ada di pihaknya sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 1 tahun 2018. Sedangkan untuk impor beras umum maka akan masuk dalam ranahnya Badan Urusan Logistik (Bulog).

Sementara itu, beras impor khusus sebanyak 500 ribu ton ini diyakini akan mulai masuk ke pasaran paling lambat pada Februari 2018.

"Januari-Februari lah. Ya enggak ada soal, itu sesuatu yang berbeda. Saya berikan izin impor 500 ribu ton," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini