nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhub Kembangkan Pelabuhan NTT demi Percepatan Produksi Garam

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 19:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844291 menhub-kembangkan-pelabuhan-ntt-demi-percepatan-produksi-garam-VuLx5vvlOc.jpg Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan duduk bersama rapat koordinasi pengelolaan penggaraman nasional sore ini dengan menteri juga sejumlah investor.

Dalam rapat ini hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN (ATR/BPN) Sofyan Djalil dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Adapun investor yang hadir dalam rapat berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), daerah yang direncanakan menjadi sentra penggaraman.

Baca Juga: Menko Luhut Panggil Sofyan Djalil dan Investor Bahas Percepatan Produksi Garam

Untuk diketahui, pemerintah menetapkan NTT menjadi pilot project produksi penggaraman karena daerah tersebut berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan lahan penggaraman modern antara lain di Teluk Kupang, Sabu Raijua, Negekeo, Ende dan Waingapu. Sehingga diharapkan industri garam nasional mampu meningkatkan nilai tambahnya secara keseluruhan dan sekaligus membuktikan bahwa garam kualitas industri dapat diproduksi di dalam negeri.

Dalam melakukan percepatan produksi garam ini, Budi menjelaskan, dalam rapat ini investor menyampaikan kebutuhan akan infrastruktur pelabuhan. Baik itu perluasan pelabuhan maupun pengadaan pelabuhan.

Baca Juga: Produksi Garam Industri, BPPT-PT Garam Kerjasama Bangun Pabrik di Kupang

"Kita menerima catatan dari mereka kurang pelabuhan. Kurang besar dan terlalu jauh. Oleh karenanya kita akan inventarisasi berapa kapasitas mereka di mana lokasi mereka," ujar Budi di Kemenko Bidang Kearitiman, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Setelah melakukan pendataan, lanjut Budi, maka pihaknya akan menyesuaikan dengan pelabuhan-pelabuhan terdekat. Nantinya pelabuhan-pelabuhan ini yang akan mendorong kebutuhan infrastruktur.

"Kita akan matching dengan pelabuhan-pelabuhan yang ada. Kalau ada pelabuhan yang dekat maka kita akan kerjasamakan sama mereka untuk dibangun kalau kurang besar. Kalau jauh bisa dibangun khusus, sehingga bisa dibangun semacam pelabuhan khusus buat mereka," jelas dia.

Baca Juga: Saingi Australia, China Siap Banjiri Garam ke Indonesia

Dia menjelaskan pembahasan mengenai infrastruktur pelabuhan masih akan terus dilanjutkan dalam rapat koordinasi minggu depan bersama Menko Luhut.

Untuk diketahui, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperkirakan NTT memiliki lahan potensial sebesar 15 ribu hektare, dengan pembangunan lahan pergaraman secara modern maka potensi produksi garam industri dari provinsi itu diperkirakan mencapai 1,5 juta ton per tahun. Saat ini Indonesia masih harus mengimpor garam industri terutama dari Australia sebanyak 1,8 ton per tahun.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini