Image

Mendag Sebut Impor Beras Hanya Opsi Sementara

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 19:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844293 mendag-sebut-impor-beras-hanya-opsi-sementara-tMenRE9HcG.jpg Ilustrasi Beras (Foto: ANT)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan membuka keran impor beras berjenis khusus sebanyak 500.000 ton. Beras itu nantinya akan didatangkan langsung dari Vietnam dan Thailand melalui perantaraan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI)

Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita mengatakan, kebijakan untuk mengimpor beras hanyalah bersifat sementara. Pasalnya, beras yang didatangkan jumlahnya tidak terlalu banyak dan juga bukanya tipe medium. Walaupun berjenis khusus, beras-beras impor itu nantinya akan dijual dengan harga maksimal selevel beras jenis medium yakni Rp9.450 per kilogram.

Menurut Enggar kebijakan impor ini untuk menjaga stok hingga awal Februari di saat musim panen mulai datang. Sehingga harga beras pun nantinya akan berangsur turun.

Apalagi, meskipun berjenis khusus atau premium beras impor yang dijual kepasaran mengikuti harga beras medium. Di mana diperkirakan beras impor akan dijual dengan harga Rp9.450 per kilogram.

"Jadi ini solusi temporary sampai kondisi harga stabil, dan stok kembali banyak seiring musim panen tiba," ujarnya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Baca Juga: Harga Beras Mahal, Mendag Segera Gelar Operasi Pasar di 2.500 Titik

Enggar menambahkan, proses impor dan ekspor dalam perdagangan merupakan hal yang biasa. Karena, proses ekspor dan impor akan dilihat mengikuti kondisi dari Indonesia.

Pada saat Indonesia mengalami surplus, maka Indonesia akan melakukan berkali- ekspor ke beberapa negara tetangga. Sebaliknya, ketika situasi seperti saat ini terjadi, menetapkan impor bukanlah suatu hal yang zalim.

"Saya sangat berpihak pada produk lokal. Sebagian orang mengatakan saya proteksionis tetapi pada saat kita memerlukan impor, itu bukan hal yang tabu karena pada dasarnya perdagangan memang meliputi itu," jelasnya.


Baca Juga: Soal Beras Impor, Mentan: Tanya ke Mendag!

Dia menjelaskan, kebijakan impor bukan berarti pemerintah ingin mematikan petani padi. Justru sebaliknya langkah impor ini bertujuan untuk memikirkan kebutuhan dari petani yang notabennya bagian dari masyarakat.

"Jangan kita lihat seolah-olah impor akan memiskinkan petani. Petani juga adalah konsumen. Kalau harga beras tinggi, biaya hidup petani untuk membeli beras juga meningkat," kata dia.

"Di kampung saya sudah terjadi. Masyarakat makan nasi aking. Apa akan kita biarkan seperti itu? Jadi saya tekankan kembali bahwa kebijakan impor ini hanya untuk mengisi pasar," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini