Image

LPS Kaji Penjaminan Transaksi Fintech dan E-Commerce

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 20:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844299 lps-kaji-penjaminan-transaksi-fintech-dan-e-commerce-Wd3ja3wusZ.jpg Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah mengkaji penjaminan atas transaksi keuangan digital atau financial technology (fintech) dan e-commerce. Pasalnya, perkembangan transaksi fintech dan e-commerce meningkat tajam, sehingga perlu mendapatkan perhatian dari regulator, baik Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun LPS.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah memaparkan, kenaikan transaksi marketplace besar di Indonesia mencapai double digit tahun lalu. Mengutip data BI, Halim mengatakan total transaksi dari beberapa marketplace besar di Indonesia tahun 2017 mencapai Rp34,5 triliun naik dari tahun 2016 sebesar Rp12 triliun.

"Banyak masyarakat yang bertanya apakah LPS bisa menjamin transaksi ini? Saya bilang kami masih mengkaji. Kita masih belum punya aturannya bagi kawan-kawan yang menaruh uangnya di uang eletronik itu atau rekening yang ada di masing-masing marketplace itu," ujarnya di Kantor LPS, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

"Kan ada juga yang kita mau belanja, enggak punya keluarkan ATM atau Credit Card. Tinggal debet aja di situ. Nah uang itu yang ditanya, bisa dijamin enggak?," imbuh dia.

Kendala bagi LPS saat ini, kata Halim, dana tersebut disimpan atas nama perusahaan fintech maupun e-commerce. Padahal, sesuai ketentuan perundangan LPS hanya bisa menjamin dana nasabah di dalam bank atas nama nasabah individual.

"Kalau uangnya disimpan atas nama nasabah, kami bisa menjamin tapi kalau itu ditaruh dalam kartu atau akun yang digesek atas rekening PT, yang kita jamin hanya PT nya. Ini perkembangan yang cepat sekali," kata dia.

Dalam hal ini, LPS juga akan berkoordinasi dengan OJK. Menurut Halim, hal ini sangat mendesak untuk diatur karena perkembangan fintech dan e-commerce sangat massif dan cepat.

"Tentu kita juga akan mengkaji sampai seberapa jauh LPS bisa memberikan jaminan kepada simpanan itu. Kalau simpanannya di bank itu bisa dijamin sepanjang atas nama nasabah. Tapi tentu ini kita harus koordinasi dengan OJK," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini