Image

TIPS KARIER: Bingung Berbicara dengan Bos Anda? Perhatikan Hal Ini

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018, 22:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844306 tips-karier-bingung-berbicara-dengan-bos-anda-perhatikan-hal-ini-EdOQdMkHei.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Percakapan mengenai ketidakbahagiaan dan mendapatkan hal yang Anda inginkan merupakan percakap yang benar-benar sulit. Awal kehidupan di tempat kerja tidaklah menyenangkan. Namun, dalam prosesnya, Anda bisa mendapatkan penghormatan, promosi, dan penghasilan yang terus meningkat, dan semua itu adalah hal baik.

Untuk mendapatkan hal itu, jangan sampai Anda terjebak di percakapan yang sulit. Hal pertama yang harus Anda hindari adalah jangan pernah bergabung dalam perbincangan yang sulit ketika Anda tidak memiliki persiapan. Berpikir panjanglah tentang apa yang sebenarnya Anda ingin dapatkan dan untuk apa energi Anda ingin digunakan. Dengan kata lain, pilihlah pertarungan Anda dengan baik. Biarkan hal-hal kecil dan tidak terlalu penting pergi.

Hal kedua yang harus dilakukan adalah dengan memiliki bukti. Jika Anda mengerjakan sebuah proyek dan tiba-tiba mendapat tuduhan, Anda harus siap untuk menunjukkan bukti. Hal ketiga atau terakhir yang harus dilakukan adalah carilah ketenangan. Akan sangat sulit ketika Anda disalahkan atau ketika Anda merasa sedang stres. Namun, jangan sampai Anda memperburuk suasana dengan meluapkan apa yang Anda rasakan di kantor.

Baca Juga: TIPS KARIER: Kesuksesan Tak Bisa Andalkan Produk 1 Hit Wonder

Cobalah untuk mempertimbangkan sudut pandang orang lain. Ini tidak mungkin dia tidak memiliki satu poin yang valid. Jika Anda dapat menemukan beberapa kesamaan, Anda lebih mungkin dianggap serius. Latih poin pembicaraan Anda sehingga Anda tenang saat tiba saatnya untuk melakukan percakapan yang sebenarnya.

Berikut panduan umum dalam pembicaraan sulit ini:

1. Anda akan Menerima Timbal Balik yang Negatif dan Tidak Adil

Kritikan selalu terasa sedikit menyakitkan, berbeda dengan kritikan yang tidak adil, itu akan langsung membakar amarah. Hal ini akan terjadi baik pada evaluasi formal atau ketika berbincang secara tidak formal kepada atasan Anda. Jika hal ini memiliki dampak yang signifikan bagi reputasi dan kompensasi diri Anda, maka Ada harus menjadi pelindung bagi diri Anda sendiri.

Baca Juga: TIPS KARIER: 3 Alasan Orang Lebih Incar Kerja di "Perusahaan Mapan"

Anda harus bisa mulai berpikir bahwa sebagian dari masukkan merupakan suatu hal yang dapat membantu Anda. Ketika Anda melakukan ini, berarti Anda menunjukkan bahwa Anda mengerti dengan masalah yang sedang Anda hadapi. Setelah Anda melakukan itu, Anda bisa memberikan perhatian lebih kepada masalah yang lebih krusial.

2. Bos Anda Menghambat Kemajuan Anda

Tidak peduli dia seorang micromanager, seseorang yang tidak dapat membuat keputusan, atau seseorang yang tidak konsisten, kesalahan manajemen atasan Anda adalah masalah bagi Anda. Situasi ini jelas perlu ditangani. Tuduhan dan tuntutan tidak akan menyelesaikan masalah ini. Hal ini juga tak kemudian membuat gaya manajemen berubah.

Buatlah sebuah pertemuan, latihlah untuk membahas topik ini dengan cara yang tersusun. Lalu bertemulah dengan percaya diri dengan membawa bukti yang kuat. Mulailah percakapan dengan anggun dan akui keinginan Anda untuk melakukan pekerjaan baik. Kemudian, dengan hormat, jujurlah tentang masalahnya dan bagaimana hal itu mempengaruhi kinerja Anda. Mungkin ini juga saat yang tepat untuk menanyakan apakah ada sesuatu yang hilang.

3. Anda Meninggalkan Meskipun Bos Anda Mengagumkan

Cobalah untuk jujur dengan diri Anda, beri waktu bagi diri Anda ketika Anda merasa pekerjaan Anda sekarang ini lebih sulit dari biasanya. Jika Anda benar-benar menyukai atasan Anda dan Anda memiliki hubungan baik, katakan pada atasan Anda bahwa Anda sedang merasa kesulitan. Namun, bagaimana jika dia mengambilnya secara pribadi? Bagaimana jika hubungan Anda rusak? Tentu saja, jika manajer Anda begitu baik sehingga dia membuat Anda maju dan maju, tidak mungkin dia akan terkejut atau kecewa saat itu terjadi. Tetap saja, penting bagi Anda memecahkan berita dengan cara yang membeku dan tidak membahayakan hubungan Anda.

Baca Juga: TIPS KARIER: Ingin Berkelanjutan dalam Bekerja, Kerja Keras dan Bertalenta Solusinya

Pertama, atur untuk menyampaikan keadaan Anda secara langsung. Tidak masalah jika Anda ingin menghindari tatapan matanya saat Anda mengatakan kepadanya bahwa Anda sedang dalam keadaan yang tidak baik, dia pantas mendengarnya dari Anda dengan cara yang ramah dan profesional.

Katakan hal ini pada waktu yang tenang. Anda bisa melakukannya ketika makan siang atau happy Tour. Namun, jika waktu tidak mengizinkan atau Anda benar-benar khawatir dia tidak akan menerimanya dengan baik, maka mintalah pertemuan 20 atau 30 menit. Tentu saja, jelaskan bahwa Anda berencana untuk bersikap proaktif sebaik mungkin dalam membuat transisi menjadi mulus.

Situasi di atas tidak mencakup setiap percakapan sulit yang mungkin terjadi, dan hal itu tidak memperhitungkan banyak hal yang berbeda yang mungkin ditanggapi pihak lain. Terlepas dari spesifik situasi Anda, penting untuk merencanakan ke depan, memiliki pendekatan yang tenang dan siap, menunjukkan sikap profesional, dan mengemukakan pola pikir yang berfokus pada solusi. Percakapan yang sulit akan tetap berat, tapi dengan navigasi yang tepat, mereka juga bisa menjadi produktif.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini