nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Impor Beras 500.000 Ton, Kemendag Dapat Dukungan Kemenko Perekonomian

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 20:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844321 impor-beras-500-000-ton-kemendag-dapat-dukungan-kemenko-perekonomian-THXexOt8Sc.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian menyatakan dukungannya impor beras khusus yang akan dilakukan oleh Pemerintah di tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Musdhalifah Machmud di Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Menurutnya, kedatangan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggar untuk menemui Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution hanya untuk melaporkan kebijakan yang telah ditetapkan. Dia menyebutkan dukungan diberikan oleh pihaknya kepada setiap kebijakan yang diambil oleh Pemerintah asal tidak membuat masyarakat lebih susah.

"Ya semau kebijakan pemerintah kita support. Kan Kemedag sudah ambil keputusan ya kita supportlah, pokoknya untuk kepentingan nasional, kepentingan bangsa. Pokoknya kalau mau detil sama Mendag, kita (Kemenko Perekonomian) enggak bahas soalnya. Tidak ada keputusan Kemenko Perekonomian," ungkapnya di Kantornya, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Baca Juga: Kemendag Sebut Impor Beras Tak Perlu Rekomendasi Kementan

Dia menjelaskan keputusan impor beras khusus ini merupakan ranah Kemendag karena berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 1 tahun 2018 sehingga pihaknya tidak akan ikut mencampuri. Kecuali untuk keputusan impor beras umum maka itu harus melalui koordinasi dengan pihaknya.

"Iya, jadinya semua Mendag kan, itu kan sudah diumumkan berdasarkan Permendag nomor 1/2018, jadi ya sudah Permendag, tanyakan saja sama Mendag. Ya itu kebijakan Kemendag," jelasnya.

Musdalifah menyatakan, Menko Perekonomian tidak memberikan arahan khusus karena Mendag hanya melaporkan saja. "Kita kalau sudah kebijakan Kemendag ya sudah, yang kita kan kalau impor misalnya untuk beras umum dan untuk kepentingan umum ya sudah, kebijakan dirapatkan. Tapi karena memang tadi Mendag melaporkan saja. Jadi ya sudah. Nanti kalau secara detail ditanyakan ke Kemendag," ucapnya.

Baca Juga: Mendag Sebut Impor Beras Hanya Opsi Sementara

Sementara itu, dia berharap impor beras tersebut jangan sampai merugikan petani saat musim panen nanti. Karena pemerintah terus berupaya agar harga di tingkat petani tidak terlalu rendah sehingga petani tidak rugi besar.

Selain itu dia juga melihat bahwa membuka keran impor ini bukan berarti Indonesia gagal untuk swasembada beras, karena saat ini swasembada pangan berhasil dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan). Hanya saja dia melihat permasalahan beras seperti kenaikan harga ini karena cuaca yang juga tak menentu.

Baca Juga: Khawatir Beras Impor Dioplos, Alasan Kemendag Pilih PPI

"Enggak dong, kita tetap swasembada lah, swasembada itu kan bukan berarti tidak ada upaya-upaya lain, kan ada kebutuhan-kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Kan kita juga lihat usahanya Kementan, kerja keras, namanya juga kan beras itu tidak hanya sekedar tanam, terus itu kan ada alam yang menentukan, dan ada hal-hal pendukung lainnya. Tetapi Kementan sudah kita lihat kan effort-nya, pokoknya mensuport supaya petani bisa menanam dengan baik," tukasnya.

Seperti diketahui, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, akan melakukan impor beras khusus sebanyak 500.000 ton di akhir Januari 2018. Impor beras ini akan didatangkan dari Vietnam dan Thailand.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini