Image

Kementan: Impor Beras Khusus 500.000 Ton Hanya untuk 5 Hari

Ade Putra, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 16:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 13 320 1844493 kementan-impor-beras-khusus-500-000-ton-hanya-untuk-5-hari-VDmTTx6hrj.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

PONTIANAK - Di tengah upaya Kementerian Pertanian (Kementan) memproklamirkan surplus beras, bahkan sudah mampu ekspor keluar negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) justru malah impor beras dari luar.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Momon Rusmono mengatakan, memang Kementerian Perdagangan sudah mengungumkan adanya impor beras.

Baca juga: Impor Beras 500.000 Ton Mendag Pastikan Tak Pakai APBN

Namun impor beras ini dikategorikan dalam beras khusus terutama untuk kebutuhan kesehatan, kebutuhan hotel, kebutuhan rumah makan dan catering.

"Sehingga dalam penjualannya pun akan kerjasama dengan ritel. Tidak dijual secara umum," kata Momon usai rapat koordinasi Upaya Khusus (Upsus) Pajale (Padi, Jagung, Kedelai) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (13/1/2018).

 Baca juga: Soal Beras Impor, Mentan: Tanya ke Mendag!

Khusus untuk Kalbar, lanjut dia, karena sudah mencukupi atau surplus bahkan sempat ikut mengekspor hasil panen ke Malaysia beberapa waktu lalu, tentunya tidak akan menggunakan beras impor.

"Karena kalau misalnya di Provinsi Kalimantan Barat yang produksinya sudah positif, lalu ada beras impor, ini dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan harga gabah di tingkat petani," terangnya.

 Baca juga: Kemendag Sebut Impor Beras Tak Perlu Rekomendasi Kementan

Momon yakin untuk di Kalbar, surplus, mencukupi untuk kebutuhan. "Kalau mencukupinya tidak perlu beras impor," ucapnya.

Memang, lanjut dia, upaya impor beras ini karena ada daerah khususnya di ibu kota yang suplai beras dari sekitarnya belum optimal, sehingga ada kenaikan harga. Kemudian keputusan pemerintah untuk menekan harga ini lah makanya ada sedikit impor.

"Impornya pun enggak banyak. Direncanakan 500.000 ton. Nah 500.000 ton itu kalau kebutuhan kita hanya untuk lima hari," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini