nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RAHASIA SUKSES: Dennis Muilenburg, Anak Magang yang Jadi CEO Boeing

Lusia Widhi Pratiwi, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 18:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 13 320 1844527 rahasia-sukses-dennis-muilenburg-anak-magang-yang-jadi-ceo-boeing-aHxnVvr7p0.jpg Foto: CEO Boeing (CNBC)

JAKARTA - Pesawat buatan Amerika Serikat (AS), Boeing telah meluncurkan pesawat-pesawat barunya pada Dubai Airshow 2017. Dalam pameran tersebut, Boeing pun sukses memikat hati Emirates, yang kemudian menggelontorkan USD15,1 miliar atau Rp201,49 triliun (Rp13.344 per USD) untuk memesan 40 pesawat Boeing 787-1.

Boeing pun mengumumkan akan meningkatkan produksi 737 menjadi 52 per bulan pada 2018, sementara Airbus menargetkan 50 pesawat single-lorong sebulan pada 2017.

Meningkatnya performa Boeing pun tidak terlepas dari peran Dennis Muilenburg, CEO Boeing. Pemilik BA dalam rekayasa kedirgantaraan dari Iowa State University, master di aeronautika dan astronautika dari University of Washington tersebut mengawali kariernya di Boeing sebagai anak magang.

 Baca juga: Boeing Vs Airbus: Raih Pesanan USD77 Miliar dalam 2 Jam!

Magang teknik di Seattle pada tahun 1985 dia mengadakan banyak program untuk manajemen dan teknik guna meningkatkan tanggung jawab di awal karirnya, termasuk di perusahaan High Speed Civil Transport, F-22, Airborne Laser dan pesawat pengintai Condor.

Selain itu, dia juga memimpin divisi Combat Systems Boeing, presiden bisnis Global Services and Support unit dan menjadi CEO Boeing Defense Space and Security sejak 2009, sebelum akhirnya menjadi Presiden Boeing, wakil ketua dan chief operating officer di 2013 dan CEO di 2015.

Sayangnya, bisnis pesawat pertahanan, di mana dia mulai menjejakkan kakinya di bisnis pesawat, telah menyusut dalam beberapa tahun terakhir karena pengeluaran militer federal dikurangkan, meskipun dianggap sebagai unit yang cukup dikelola dengan baik.

Adalah "karakteristik kepemimpinan" yang membuat Muilenburg menjadi kandidat menjadi CEO. DEngan usia matang di awal 50-an, Muilenburg dianggap memiliki beberapa tahun untuk mengubah Boeing sesuai dengan cara dia berpikir.

Muilenburg pun dinilai akan memainkan peran kunci sebagai chief operating officer. Meskipun sangat dihormati di industri dan komunitas investor, namun dia tidak benar-benar mengenal sisi komersial bisnis Boeing.

 Baca juga: Kick Off di Dubai Airshow 2017, Emirates Borong Boeing Rp201,49 Triliun

Selain itu, dia masih memiliki tantangan untuk menyelesaikan biaya produksi ditangguhkan sebesar USD30 miliar untuk pesawat 787 Dreamliner, sebuah lubang yang diproyeksikan akan terus berlanjut hingga beberapa tahun.

Tidak hanya itu, Muilenburg juga akan menghadapi keputusan penting mengenai apakah akan melanjutkan produksi jumbo jet 747 yang penjualannya lambat, dan melanjutkan proyek jet "pasar tengah" yang dimulai pada 2025, serta menggantikan 757 yang dihentikan karena diganti dengan 737 single-lorong keluarga dan 787.

Muilenburg diperkirakan menerima gaji pokok sebesar USD1,6 juta dan bonus USD2,7 juta per tahun jikamencapai target. Selain itu, dia juga mendapatkan 18.709 saham terbatas dalam tiga tahun, yang bernilai hampir USD2,7 juta dengan harga saham Boeing saat ini sebesar USD144.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini