Image

Simpang Susun Jombang Beroperasi 2018, Begini Penampakannya

Anisa Anindita, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 17:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 14 320 1844748 simpang-susun-jombang-beroperasi-2018-begini-penampakannya-1lIf3FaldC.jpg Ilustrasi (Foto: ant)

JAKARTA - Setelah sukses dengan Simpang Susun Semanggi yang terletak di Jakarta. Tahun 2018, pemerintah akan mengoperasikan simpang susun yang berada di jalur Trans Jawa, yakni Simpang Susun Jombang.

“Tahun 2018 ini, Insya Allah, sepanjang 929,7 kilometer jalur itu dari Merak di Banten sampai Surabaya di Jawa Timur, sudah dapat beroperasi,” berikut informasi beserta foto yang disebarluaskan oleh Presiden Joko Widodo dalam akun Facebook resminya, Minggu (14/01/2018).

 

Foto: Akun Facebook Jokowi

Sebagai informasi bahwa Simpang Susun Jombang memiliki panjang 1.167 kilometer dari Merak hingga Banyuwangi, dari ujung barat sampai timur Pulau Jawa. Adapun beberapa ruas tol yang ditargetkan selesai dan beroperasi tahun ini, antara lain ruas Pejagan-Pemalang untuk seksi Brebes Timur-Pemalang sepanjang 38 km pada bulan Maret 2018, Pemalang-Batang sepanjang 39 km pada Juli 2018, Batang-Semarang sepanjang 75 km pada Mei 2018, dan Semarang-Solo dari Salatiga-Kertosuro sepanjang 33 km pada Juli 2018.

Selain itu, ada pula ruas tol Solo-Ngawi sepanjang 90 km, Ngawi-Kertosono sepanjang 87 km, sedangkan dari Ngawi-Nganjuk sepanjang 50 km yang beroperasi Januari 2018, serta Saradan-Kertosono sepanjang 37 km yang beroperasi Desember 2018.

Dengan demikian, berdasarkan informasi yang disebarluaskan oleh Presiden Jokowi ke akun facebooknya, pada akhir bulan ini pembebasan tanah cukup baik dan ditargetkan selesai seluruhnya, lalu selebihnya adalah percepatan konstruksi.

“Ada ruas tol yang menghadapi masalah teknis, seperti di Pemalang-Batang karena berada di jalur hamparan tanah lunak sehingga harus menggunakan teknologi vakum yang sudah kita terapkan di beberapa ruas tol Trans Sumatera,” begitu isi tulisan di akun facebook Presiden Jokowi.

Meski begitu, percepatan pembangunan jalan tol sebagai bagian dari sistem jaringan jalan nasional ini adalah ikhtiar pemerintah untuk meningkatkan produktivitas rakyat, daya saing bangsa, dan mendorong kemajuan peradaban bangsa.

“Tol Trans Jawa dibutuhkan untuk mengurangi biaya logistik dan meningkatkan kelancaran konektivitas di Pulau Jawa yang memiliki kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Presiden Jokowi dalam informasi yang dia sebar beserta foto dari Kementerian PUPR.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini