Impor Beras Disarankan untuk Cadangan Pemerintah

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 19:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 14 320 1844768 impor-beras-disarankan-untuk-cadangan-pemerintah-5WBIwVYZIK.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Keputusan pemerintah untuk melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton dinilai sejumlah pengamat sangat terlambat. Pasalnya, keran impor dibuka saat mendekati musim panen raya yakni Maret mendatang.

Pandangan ini salah satunya diutarakan oleh Pengamat Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santoso.

 Baca juga: Impor Beras Diperlukan untuk Jaga Keseimbangan Harga dan Pasokan

"Beras impor saya khawatirkan mendekati panen raya, akhir Februari (beras sampai di masyarakat), padahal Maret itu sudah panen raya, keefektifan kebijakan ini justru saya pertanyakan," ujar Andreas kepada Okezone, Minggu (14/1/2018).

Oleh sebab itu, dirinya menyarankan, pemerintah harus menahan untuk salurkan impor beras bila masa panen raya tiba.

Baca juga: Kementan: Impor Beras Khusus 500.000 Ton Hanya untuk 5 Hari

"Harus tahan, jangan digelontorkan ke pasar, kalau digelontorkan ke pasar akan merugikan petani, nanti harga gabah bisa jatoh. Itu yang harus betul-betul dipertimbangkan pemerintah," jelas dia.

Menurutnya, yang harus dilakukan pemerintah adalah menyimpan beras impor tersebut sebagai cadangan beras pemerintah (CBP). Sehingga, ketika terjadi goncangan harga pemerintah dapat mengeluarkan pasokan beras dari CBP.

 Baca juga: Impor Beras 500.000 Ton Mendag Pastikan Tak Pakai APBN

"Ya sudahlah, jadikan simpanan pemerintah, jadi CBP. Harus dikelola baik-baik," sarannya.

Andreas menjelaskan, harusnya mempertimbangkan opsi impor dilakukan pemerintah sejak bulan Juli 2017. Pasalnya, kata dia, masa-masa itu sudah terlihat mulai terjadinya pengurangan gabah di petani, bahkan penggiling-penggiling gabah kecil sudah tak mendapat pasokan.

"Enggak perlu ditakutkan mengancam swasembada karena ketika masuk disimpan dulu aja (jadi CBP), nanti terjadi guncangan harga dengan segera simpanan tersebut bisa digunakan. Tidak akan ganggu program swasembada atau apapun lainnya, kan disimpan, gada masalah sama sekali," jelasnya.

Dia pun menegaskan, tak ada yang salah untuk pemerintah melakukan impor beras. Terlebih lagi stok beras sudah menunjukkan pengurangan sejak 3 tahun terakhir.

"Impor itu ga masalah, disimpan buat CBP. Stok Bulog ini 3 tahun terakhir stoknya terus menurun, daya serap menurun tiap tahun. Kenapa? Karena ada gangguan diproduksi, kalau produksi berlimpah, stok bulog berlimpah pastinya," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini