Image

Kinerja Perikanan Nasional Melambat, Nelayan Minta Tata Kelola Dibenahi

Anisa Anindita, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 20:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 14 320 1844804 kinerja-perikanan-nasional-melambat-nelayan-minta-tata-kelola-dibenahi-sHBcHszEVX.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA – Kinerja Perikanan Nasional pada tiga tahun terakhir menunjukkan perlambatan. Pasalnya, target produksi perikanan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah nyaris tidak tercapai.

Selain itu, ekspor perikanan nasional juga mengalami kemerosotan, serta angka kredit macet untuk UMKM Sektor Perikanan pun mengalami peningkatan. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Departemen Strategis Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), di Jakarta, Minggu (14/01).

“Realisasi produksi perikanan di tahun 2015 mencapai 10,87 juta ton, sementara targetnya adalah 13,6 juta ton. Juga di tahun 2017, realisasi produksi adalah 9,91 juta ton sedangkan targetnya pada angka 16,04 juta ton,” kata Niko.

Untuk realisasi ekspor perikanan nasional , lanjut Niko, tahun 2015 mencapai USD3,95 miliar, padahal target ekspor mencapai USD5,86 miliar. Kemudian, tahun 2016 realisasi hanya mencapai sekitar 44,5%, yakni dari target USD6,82 miliar yang terealisasi hanya sebesar USD3,78 miliar.

Sementara untuk tahun 2017, realisasi ekspor mencapai 58,4% dari target USD7,62 miliar yang terealisasi hanya USD3,17 miliar. “Jadi, realisasi ekspor perikanan nasional pun mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir. Sebagai pembanding, ekspor perikanan Vietnam mencapai 2 kali lipat dari Indonesia, padahal Indonesia memiliki panjang garis pantai 30 kali lipat lebih panjang dan juga mempunyai Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) yang luasnya 3 kali lebih luas dari Vietnam,” lanjut Niko.

Sedangkan, angka kredit macat UMKM Sektor Perikanan mengalami kenaikan dari 4,30% menjadi 5,04% di tahun 2017. Hal itu menunjukkan kelesuan giat usaha ekonomi skala kecil menengah di sektor perikanan.

Di samping itu, Niko menjelaskan, kondisi perikanan di Indonesia mengalami kesalahan orientasi tata kelola. Pasalnya, tiga tahun poros maritim belum menampakkan dampak nyata terhadap kesejahteraan nelayan.

Sedangkan angka kredit macet UMKM Sektor Perikanan mengalami kenaikan dari 4,30% di 2016 menjadi 5,04% di 2017. Hal ini menunjukkan kelesuan giat usaha ekonomi skala kecil menengah di sektor perikanan. “Karenanya, perbaikan tata kelola perlu ditingkatkan. Pertama, internal Kementerian Kelautan Perikanan sebagai ujung tombak representasi pemerintah dalam mensejahterakan nelayan. Kedua, lembaga (organisasi) dan kelembagaan (aturan main) di dalam masyarakat pesisir perlu dikuatkan untuk akselerasi pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pesisir ,” pungkas Niko.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini