nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO Perdana 2018, Saham LCK Global Kedaton Naik 50%

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 16 Januari 2018 09:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 16 278 1845552 ipo-perdana-2018-saham-lck-global-kedaton-naik-50-Blm4IXKUIE.jpg IPO LCKM. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perusahaaan jasa konstruksi telekomunikasi PT LCK Global Kedaton hari ini mencatatkan saham perdana, tepat sehari setelah musibah robohnya selasar lantai I Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia. Dengan pencatatan ini, maka perseroaan adalah perusahaan pertama yang tercatat di pasar modal pada 2018.

Perseroan dengan kode LCKM ini, berencana melepas sebanyak-banyaknya 200 juta lembar saham baru atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan setelah Initial Public Offering (IPO).

Saham LCKM dicatatkan dengan harga penawaran Rp208 per saham. Dengan demikian dari IPO ini perusahaan akan meraih dana segar sebesar Rp41,6 miliar.

Pada pencatatan perdana, saham LCKM langsung melejit 50% atau 104 poin ke level ke Rp312. Saham LCKM ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 1 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp31.200.


Baca Juga: Selasar Gedung BEI Roboh, Listing LCK Global Kedaton Tak Akan Terganggu

Direktur Penilaian Perusahaaan BEI Samsul Hidayat mengatakan dengan pencatatan saham LCKM tidak hanya bersifat business to business akan tetapi juga sebagai kerjasama antar negara.

"Ini tidak hanya hubungan bisnis tapi kerjasama antara negara, karena perusahaaan ini dimiliki investor Malaysia sehingga investornya juga dapat datang ke Indonesia," ujarnya di Gedung BEI, Selasa, (16/1/2018).

Sementara itu, Direktur Utama LCK Global Kedaton Lim Kah Hock sebelum memulai sambutan menyatakan keprihatinannya atas musibah kemarin. Dia juga berharap agar perdagangan di pasar modal Indonesia tetap berjalan normal.

Baca juga: Berapa Kerugian Selasar Gedung BEI yang Roboh?

"IPO ini merupakan langkah besar bagi LCKM sehingga kami mengucapkan terimakasih kepada seluruhnya pihak yang telah mendukung IPO. Kami berharap bisa memberikan investasi yang menarik bagi investor dan dapat menjalankan good corporate governance," ujarnya.

Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan sebesar 97% untuk modal kerja. Sedangkan sisanya 3% untuk pembiayaan research and development serta development. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi perusahaaan telah menunjuk Mirae Asset Sekuritas.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini