Image

BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Perbankan 2018 Membaik

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 16 Januari 2018 21:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 16 320 1845983 bi-prediksi-pertumbuhan-kredit-perbankan-2018-membaik-L8XTVPlP2q.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Bank Indonesia memperkirakan penyaluran kredit perbankan akan bertumbuh lebih baik pada kuartal I-2018 dibanding periode yang sama 2017 karena penurunan suku bunga kredit dan mulai meredanya risiko penyaluran pembiayaan.

Berdasarkan Survei Perbankan Kuartal IV 2017, indikator Saldo Bersih Tertimbang (SBT) untuk permintaan kredit baru sebesar 92,8% atau jauh lebih tinggi dibanding SBT kuartal I 2017 yang sebesar 52,9%.

Survei perbankan secara triwulanan ini dilakukan terhadap responden 40 bank umum yang berkantor pusat di Jakarta dengan pangsa kredit sekitar 80% dari pasar kredit nasional.

"Menguatnya pertumbuhan ekonomi, rencana penurunan suku bunga krkedit dan turunnya risiko kredit menjadi faktor utama pendorong optimisme pertumbuhan kredit," demikian survei dilansir BI di Jakarta, Selasa (16/1/2018).

 Baca juga: Rasio Kredit Bermasalah Perbankan Berpotensi Meningkat saat Pilkada

Berdasarkan survei itu, perbankan memprioritaskan penyaluran kredit baru untuk kredit modal kerja, terutama nasabah yang bergerak di perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, dan sektor pernataran keuangan.

Sedangkan untuk jenis kredit konsumsi, prioritas utama perbankan adalah penyaluran kredit untuk properti seperti KPR/KPA, Kredit Kendaraan Bermotor dan Kredit Tanpa Agunan.

Sejalan dengan itu, kebijakan penyaluran kredit juga diperkirakan lebih longgar seperti terlihat dari Indeks Lending Standard untuk kuartal I 2018 sebesar 10,9 poin lebih rendah dibandingkan 14,4 pada kuartal IV 2017. Pelonggaran terutama pada aspek suku bunga kredit yang lebih rendah, jangka waktu kredit lebih panjang, dan biaya persetujuan kredit yang lebih murah.

Baca juga: BI: Pertumbuhan Kredit 2017 8,1%

Menurut survei itu juga, rata-rata suku bunga kredit diperkirakan turun untuk hampir semua jenis kredit. Rata-rata suku bunga kredit modal kerja diperkirakan turun lima bps menjadi 12,24%, sementara suku bunga kredit konsumsi turun delapan bps menjadi 15,08%. Namun demikian, rata-rata suku bunga untuk kredit investasi diperkirakan naik dua bps menjadi 11,89%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini