Bulog Sebut Impor 500.000 Ton Beras Tidak Dilakukan Sekaligus

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 16 Januari 2018 22:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 16 320 1846009 bulog-sebut-impor-500-000-ton-beras-tidak-dilakukan-sekaligus-cVXkVvpTVt.jpg Beras Bulog (Foto: Giri Hartomo/Okezone)

CIREBON - Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) ditunjuk sebagai pintu impor beras. Nantinya, Bulog akan mengimpor 500.000 ton impor beras.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, nantinya impor tersebut tidak dilakukan secara sekaligus. Melainkan dalam beberapa tahap hingga akhir Februari mendatang.

 Baca juga: Bulog Pastikan Beras Impor Hanya untuk Cadangan Pemerintah

"Harapan saya (tahap pertama) banyak. Ada kapal yang hanya mampu membawa 10.000 ton beras. Ada kapal raksasa yang bisa mengangkut hingga 100.000 ton. Kami harap akan masuk banyak sehingga kami tidak pusing," ujarnya saat ditemui di Hotel Aston, Cirebon, Selasa (16/1/2018).

Djarot mengaku dengan jumlah sebanyak itu akan sangat tidak mungkin untuk dimasukkan dalam waktu singkat. Maka dari itu, setiap hari pihaknya akan melaporkan sejauh mana progres yang sudah berjalan kepada pemerintah.

 Baca juga: Bulog Resmi Buka Pendaftaran Tender Impor Beras secara Online

"Kami akan lihat kondisi. Kalau sudah cukup, tidak perlu sampai 500.000 ton. Tapi yang pasti tidak boleh melebihi itu dan tidak boleh lebih dari Februari," jelasnya.

Djarot mengatakan saat ini pihaknya telah membuka pendaftaran secara online kepada para pengusaha yang berminat mengimpor beras ke Indonesia. Di mana pendaftaran lelang impor beras sendiri bisa dilihat melalui website milik Bulog.

"Sekarang sudah dibuka proses lelang dan siapa saja yang menjadi anggota asosiasi produsen beras di negara asal importir boleh ikut lelang. Kami juga akan melakukan riset apakah mereka profesional, pernah melakukan ekspor beras sebelumnya. Ini dilakukan untuk menjaga kebocoran dari pihak-pihak yang tidak laik ikut tender," jelasnya.

 Baca juga: Bulog Targetkan Serap 89.000 Ton Beras dari Indramayu pada 2018

Setelah pemenang lelang terpilih, nantinya barang akan segera dikirim dan diproyeksikan akan sampai ke Indonesia dalam waktu 27 hari. Artinya pada bulan Februari barang tersebut baru bisa masuk ke Indonesia.

"Kalau semua siap, dalam sebulan bisa masuk," jelasnya.

Adapun titik-titik kedatangan juga akan diatur sedemikian rupa. Hal itu dilakukan supaya tidak mempengaruhi harga beras di daerah yang menjadi produsen komoditas pangan utama itu.

"Nanti titik-titik di wilayah-wilayah yang bukan sentra produksi beras yakni Jakarta, Batam dan Medan," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini