nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Bersih BNI Naik 20% Jadi Rp13,62 Triliun di 2017

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 17:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 17 278 1846391 laba-bersih-bni-naik-20-jadi-rp13-62-triliun-di-2017-i1eXuseMmM.jpg Foto: BNI (Yohana/Okezone)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2017. Di mana perseroan mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp13,62 triliun. Angka ini tumbuh 20,1% secara year on year (yoy) dibandingkan laba tahun 2016 sebesar Rp11,34 triliun.

Kenaikan laba bank berplat merah ini ditopang ekspansi bisnis pada segmen Bussines Banking dan Consumer Banking yang disertai dengan perbaikan kualitas aset.

"Dengan perkembangan bisnis tersebut, BNI mampu membukukan pertumbuhan laba bersih lebih dari industri perbankan yang tumbuh hanya mencapai 16,5% secara year on year," Direktur Hubungan Kelembagaan & Transaksional Perbankan BNI, Adi Sulistyowati di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

 Baca juga:

BNI Sediakan Properti untuk Peralatan Navigasi AirNav di Papua

BNI Targetkan Penyaluran KUR Capai Rp13,5 Triliun di 2018

Dia menjelaskan, perolehan laba bersih BBNI juga meningkat berkat pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) di 2017 sebesar 31,94 triliun, naik 6,5% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp30 triliun. Pertumbuhan NII ini sejalan dengan penyaluran kredit yang tumbuh 12,2%.

Lebih lanjut Sulistyowati mengatakan, laba bersih juga ditopang pendapatan nonbunga di 2017 yang meningkat 13,9% menjadi Rp9,78 triliun dari sebelumnya Rp8,59 triliun.

"Pertumbuhan tersebut terutama didukung oIeh kenaikan pendapatan fee based income (FBI) yang diperoleh antara Iain darI transaksi trade finance dan remittance. Pertumbuhan FBI BNI ini jauh melampaui pertumbuhan FBI industri perbankan yang tumbuh negatif sebesar -O,5%," jelasnya.

Aset BNI Tembus Rp709,3 Triliun di 2017

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bukukan aset Rp709,3 triliun di 2017. Angka ini tumbuh 17,6% dibandingkan 2016 yang mencapai Rp 603,03 triliun.

"Ini untuk pertama kaIinya BNI berhasil mencatatkan aset lebih dari Rp700 triliun," jelas Direktur Hubungan Kelembagaan & Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati.

Pendorong utama pertumbuhan aset ini berasal dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tercatat menyerap Rp516,1 triliun atau naik 18,5% secara year on year (yoy) dibandingkan tahun 2016. Ini melebihi pertumbuhan DPK industri perbankan yang dikisaran 11% yoy.

Sulistyowati menyatakan, pertumbuhan DPK mayoritas ditopang komponen dana murah (CASA) sebesar 63% dari total DPK.

"Penghimpunan dana murah diIakukan meliputi optimalisasi produktivitas outlet, meningkatkan fitur-fitur layanan pada e-channel, memperkuat hubungan baik dengan nasabah institusi, serta pengembangan layanan bank tanpa meIaIui outlet," sebut dia.

Adapun dari kelima anak perusahaan BNI  yakni BNI Syariah, BNI Life, BNI Multifinance, BNI Sekuritas dan BNI Asset Management berkontribusi 9,8% dari total Iaba BNI konsolidasian Rp13,62 triliun. Ini naik dibandingkan tahun 2016 yang kontribusinya sebesar 8,4%.

"Sepanjang tahun 2017 kita juga terlibat dalam program-program strategis negara seperti Kartu Tani dan KUR Tani, Kartu Indonesia Pintar, Perhutanan Sosial, dan lainnya," tutup dia.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini