nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNI Catatkan Kenaikan Penyaluran Kredit 12,2% ke Rp441 Triliun di 2017

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 18:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 17 278 1846450 bni-catatkan-kenaikan-penyaluran-kredit-12-2-ke-rp441-triliun-di-2017-ropS6sEZoz.jpg Laporan Kinerja Bank BNI 2017 (Foto: Yohana Artha Uly/Okezone)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berhasil membukukan penyaluran kredit sepanjang 2017 sebesar Rp441,31 triliun. Angka ini meningkat 12,2% dari kredit tahun sebelumnya sebesar Rp393,3 triliun.

Direktur Hubungan Kelembagaan & Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati menjelaskan saluran kredit terbesar ada pada Segmen Bisnis Banking yakni 78% sebesar Rp345,50 triliun. Sedangkan sebesar Rp 71,4 triliun atau 16,2% dari total kredit disalurkan ke Segmen Konsumer Banking.

 Baca juga: Laba Bersih BNI Naik 20% Jadi Rp13,62 Triliun di 2017

"Selebihnya, Rp24,37 triliun atau 5,5% dari total kredit disalurkan melalui perusahaan-perusahaan anak," ujar dia di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Adapun untuk kredit Segmen Bisnis Banking sebesar Rp 134,40 triliun disalurkan pada Debitur Korporasi Non BUMN baik debitur dalam negeri atau yang berdomisili di luar Indonesia. Sementara sebesar Rp 84,37 triliun disalurkan pada debitur-debitur Badan Usaha Millk Negara (BUMN). Selebihnya, kredit pada segmen Bisnis Banking juga disalurkan kepada Debitur Menengah dan Kecil masing-masing Rp 70,26 triliun dan Rp 56,48 triliun.

 Baca juga:BNI Sediakan Properti untuk Peralatan Navigasi AirNav di Papua

Sulistyowati mengatakan untuk kredit Segmen Konsumer Banking pendorong terbesar dari Pinjaman payroll yang tumbuh 47,1% dengan outstanding per 31 Desember 2017 mencapai Rp 17,7 triliun.

"Pinjaman payroll dioptimalkan dengan memanfaatkan database debitur Korporasi terutama yang berasal dari BUMN dan institusi Pemerintah. Selain itu, disokong juga oleh Kredit Perumahan atau KPR yang mencapai Rp 37,07 triliun pada akhir Desember 2017 dan kartu kredit sebesar Rp 11,64 triliun," bebernya.

 Baca juga:BNI Targetkan Penyaluran KUR Capai Rp13,5 Triliun di 2018

Pertumbuhan kredit ini juga menurutnya seiring dengan kualitas aset perseroan yang membaik di mana rasio pinjaman bermasalah atau non performing loan (NPL) mengalami penurunan dari 3,0% di tahun 2016 menjadi 2.3% di 2017.

Di mana Cadangan Kerugian Penyusutan Nilai (CKPN) tercatat terjaga dengan tingkat coverage ratio naik dari 146,0% di 2016 menjadi 148,0% di 2017.

"Hal ini juga berdampak pada tingkat kecukupan permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) yang tetap terjaga baik pada level 18,5% sebagai fundamental yang kuat," ucap dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini