nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK Optimalkan Industri Keuangan Non-Bank hingga KUR Klaster

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 18 Januari 2018 20:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 18 320 1847097 ojk-optimalkan-industri-keuangan-non-bank-hingga-kur-klaster-BKqnukRxL5.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan lebih mengoptimalkan peran Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) dalam mendukung pembangunan infrastruktur. Perusahaan pembiayaan infrastruktur dan perusahaan pembiayaan tercatat telah menyalurkan pembiayaan infrastruktur sebesar Rp56,3 triliun per November 2017

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pendanaan dari perusahaan pembiayaan infrastruktur telah digunakan untuk membiayai pembangunan pembangkit tenaga listrik Rp31,8 triliun, pembangunan jalan tol Rp12,7 triliun.

 Baca juga: Target Penyaluran KUR Rp120 Triliun dengan Bunga 7% di 2018

"Selain itu juga telah membiayai pembangunan proyek sistem penyediaan air minum dan pengembangan Palapa Ring Rp11,8 triliun," tuturnya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Selain peran IKNB yang ditingkatkan, OJK akan mengembangkan KUR Klaster untuk mendorong peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat yakni dengan penyaluran KUR yang diiringi dengan pendampingan dan pemasaran produk akan dilakukan oleh perusahaan inti baik perusahaan BUMN, BUMDes hingga BUMADes maupun swasta.

 Baca juga: BNI Targetkan Penyaluran KUR Capai Rp13,5 Triliun di 2018

"Program ini sudah teruji keberhasilannya oleh pihak swasta," tuturnya.

OJK juga akan memperluas pembentukan Bank Wakaf Mikro di berbagai daerah dengan menggunakan model Lembaga Keuangan Mikro Syariah dan mensinergikan dengan program pemerintah, seperti Kredit Ultra Mikro (UMi), Program Membina Keluarga Sejahtera (MEKAAR) dan Bansos Non-Tunai melalui peran aktif lembaga jasa keuangan.

 Baca juga: Cuma 89,6%, Realisasi KUR 2017 Capai Rp95,56 Triliun

"Untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri jasa keuangan, kita akan mendorong sinergi bank dan lembaga keuangan lainnya dalam pembiayaan proyek infrastruktur dan mengintensifkan penerapan teknologi dalam pengembangan produk dan layanannya.

Selain itu, reformasi industri keuangan non-bank akan dilakukan untuk membangun skala ekonomi yang lebih besar sehingga mampu menutup kebutuhan asuransi domestik yang makin besar.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini