nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKL Berharap Pemerintah Kucurkan Kredit Tanpa Agunan

Taufik Budi, Jurnalis · Senin 22 Januari 2018 17:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 22 320 1848603 pkl-berharap-pemerintah-kucurkan-kredit-tanpa-agunan-AmVUTRjrpz.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

SEMARANG - Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) meminta pemerintah member kemudahan kepada PKL untuk mendapatkan kredit permodalan. Jumlah PKL yang mencapai 25,1 juta orang di seluruh Tanah Air merupakan potensi besar untuk membangkitkan perekonomian nasional.

Baca Juga: BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Perbankan 2018 Membaik

“Saya meminta support pemerintah jika pelaku UMKM termasuk PKL diberi kemudahan akses permodalan tanpa agunan dan bunga terjangkau. Dengan begitu (permodalan tanpa agunan) maka perekonomian rakyat akan bangkit kembali, dan saya haqul yakin ekonomi bangsa kita bisa kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” kata Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Ali Mahsun, Senin (22/1/2017).

Dia juga mengaku bersyukur dengan dukungan beberapa pihak untuk mengembangkan PKL. Pihaknya pun telah menandatangani kerja sama dengan dua bank pemerintah untuk member dukungan permodalan kepada PKL.

Baca Juga: Masuk Tahun Politik, Alasan BI Yakin Kredit Perbankan Bisa Tembus 12%

“Saya sangat bersyukur kemarin pada 17 Januari 2018 di Alun-Alun Barat Kota Serang Banten, ditandatangani dengan Bank Banten, BPR, dan lembaga keuangan mikro se-Banten. Kemdian pada 19 Januari saya juga tanda tangani dengan Bank Jateng,” jelasnya.

Ali menargetkan, dari jumlah 4,8 juta PKL di Jateng sebanyak 40%nya atau 1,9 juta PKL bisa mengakses kredit tanpa modal tersebut. Bahkan dia juga berani menjamin PKL tetap memenuhi kewajiban membayar angsuran.

Baca Juga: Rasio Kredit Bermasalah Perbankan Berpotensi Meningkat saat Pilkada

“Pada 2018 ini ditargetkan minimal 40% dapatkan kredit tanpa agunan baik dari Bank Jateng, BPR se-Jateng, Bank Arta Graha, bank milik pemerintah yakni BRI dan Mandiri, maupun lembaga keuangan lain. Saya bertanggung jawab dan secara pribadi saya personal garantor-nya, bila nanti ada PKL yang nakal, tidak tertib APKLI yang akan membinasakan tidak perlu digusur-gusur Satpol PP atau ditangkap oleh polisi,” terangnya.

Dia mengatakan, jumlah PKL di Jawa Tengah mencapai 4,8 juta orang yang tersebar di 35 kabupaten dan kota. Dengan jumlah tersebut PKL mampu membukukan transaksi keuangan yang sangat besar yakni menembus angka Rp4.000 triliun per tahun.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini