nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daerah Ini Terapkan Aturan Zakat Pertanian, Apa Tujuannya?

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Senin 29 Januari 2018 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 29 320 1851859 daerah-ini-terapkan-aturan-zakat-pertanian-apa-tujuannya-KwhEPtlhzH.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak, Riau menerapkan Perda zakat khusus para petaninya. Hasil dari zakat warga, akan disalurkan kembali kepada yang membutuhkan.

Ini diwujudkan dengan diluncurkan Pencanangan Zakat Pertanian Padi dan Panen Raya di Desa Bunga Raya Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Siak Siak Syamsuar, Komandan Korem 031 Wira Pekanbaru Brigjen TNI Edy Natar Nasution dan Badan Amil zakat pemda setempat.

"Kita menerapkan zakat pertanian padi sebesar 5% dari hasil petanian padi warga. Nantinya zakat yang diberikan oleh petani akan disalurkan kepada hal yang berhak menerimanya. Semua dicatat dan terbuka," ucap Syamsuar Senin (19/1/2018).

 Baca juga: BI, MUI dan Lembaga Zakat Komit Kembangkan Ekonomi Syariah

Perda zakat, menurut Syamsuar sudah sesuai dengan anjuran agama Islam. Karena zakat merupakan hal yang wajib bagi umat Islam. Di mana di Siak merupakan mayoritas beragama Islam.

"Zakat merupakan kewajiban bagi kita semua. Dengan adanya sebagian harta yang dikeluarkan untuk zakat, semoga harta kita menjadi bersih dan berkah," ucap Bupati Syamsuar.

Dalam pencanangan program zakat ini dihadiri oleh ratusan petani padi di Bunga Raya. Merekapun antusias untuk melaksanakan kewajibannya untuk mengeluarkan sebagian penghasilannya untuk warga kurang mampu.

 Baca juga: Ekonomi Umat Akan Serap Lulusan Pondok Pesantren untuk Dunia Industri

Bentuk zakat yang dikeluarkan berupa berbentuk gabah. Besarannya disesuaikan dengan hasil masing-masing petani. Penyerahan diterima oleh Bupati Siak, Komandan Korem Pekanbaru dan Badan Amil Zakat Pemkab Siak.

"Saya menyerakan zakat penghasilan semoga berkah. Kami tidak keberatan dengan adanya zakat, karena selain dapat membantu orang lain, zakat merupakan kewajiban kita," ucap Sukarno petani Bunga Raya yang mempunyai satu hektar padi sawah.

Saat ini di Siak sudah ada 8.000 hektar padi. Pemkab Siak menjadi pilot project dalam sektor pertanian padi. Pemkab Siak bersama TNI AD bersama membantu warga agar menjadi petani padi yang sukses. Bentuk dukungan yang diberikan berupa memberikan bantuan pupuk, bibit, alat panen dan menanam padi yang canggih, menyiapkan saluran irigasi dan pompanisasi.

Sawit Mulai Ditinggalkan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, Riau dalam beberapa tahun terakhir ini menggalakan masyarakatnya untuk menjadi petani padi. Bupati Siak, Syamsuar menyatakan bahwa sampai saat ini sudah lima kecamatan di wilayahnya sudah menggalakan menanam padi.

"Ini sesuai dengan program pemerintah soal ketahanan pangan," ucap Bupati Siak, Syamsuar.

Berdasarkan data dari dinas pertanian bahwa ada 8.000 hektare luas lahan yang tersebar di lima kecamatan dipakai untuk bercocok tanam. Saat ini sudah banyak masyarakat di Siak yang sebelumnya bertani kelapa sawit berubah menjadi petani padi. Dimana untuk Propinsi Riau, sawit merupakan primadona. Namun ini lah yang mulai ditinggalkan sebagian petani sawit di Siak.

Berdasarkan perhitungan, biasanya untuk satu hektar kelapa sawit, dapat menghasilkan uang Rp1,5 juta per bulan. Ini belum lagi harus mengeluarkan dana untuk pupuk yang harganya cukup mahal. Namun untuk padi, petani dapat mendapatkan keuntungan bersih Rp3 juta perhektar. Karenanya, Pemkab Siak menjadi pilot project padi.

Namun untuk mendapatkan penghasilan Rp3 juta per hektare, petani di Siak mendapatkan pendampingan dari Pemkab Siak dan TNI AD. Dimana Pemkab Siak menyiapkan peralatan yang canggih untuk masyarakat petani padi mulai dari bibit unggul, alat pembajak sawah yang modern dan alat panen yang super canggih.

"Di sini lah peran pemerintah dan TNI untuk membantu warga. Kita siapkan peralatan petani untuk membantu warga. Tadi juga sudah ada beberapa petani sawit untuk mengantinya menjadi lahan padi. Untuk itu Pemkab Siak siap memfaslitasi warga," tegasnya.

Selain peralatan, untuk membantu petaninya, Pemkab Siak sudah membangun saluran irigasi para petani. Karena air merupakan hal yang sangat urgen agar hasil petani.

"Pemkab Siak juga menyiapkan pompanisasi untuk petani padi. Semuanya merupakan kerjasama dari Pemerintah Pusat bersama pemda.,"jelasnya.

Sementara itu Poniman salah satu petani padi si Bunga Raya menyatakan terbantu dengan adanya bantuan dari pemerintah.

"Dulu kita menanam padi setahun sekali karena menunggu musim hujan. Sekarang setelah ada bantuan dari pemerintah dalam setahun kita dua kali panen. Hasilnya cukup untuk kebutuhan hidup," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini