nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rapat di DPR, Bos Pertamina Dicecar soal 'Menghilangnya' Premium

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 29 Januari 2018 20:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 29 320 1851879 rapat-di-dpr-bos-pertamina-dicecar-soal-menghilangnya-premium-gywYZA62Yw.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium yang terus berkurang di pasaran ke PT Pertamina (Persero). Padahal tak ada kebijakan resmi dari pemerintah untuk mengurangi pasokan Premium.

Wakil Ketua Komisi VI Fraksi Partai Demokrat Azam Azman mengatakan, dirinya sudah mengunjungi beberapa SPBU dan mendapati pasokan Premium sedikit bahkan kosong.

"Di Surabaya saya keliling 5 SPBU itu tidak ada (premium). Cepat habis, seperti setan masuknya Premium itu," kata Azam dalam rapat dengar pendapat Perusahaan BUMN dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR RI, Senin (29/1/2018).

 Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru, Konsumsi Premium Turun 27,01% Pertalite Naik 45,67%

Dia mengatakan, saat ini yang dilakukan Pertamina adalah fokus melakukan pembangunan SPBU namun tidak memikirkan kecukupan pengadaan Premium di setiap SPBU.

Azam mengklaim saat ini Pertamina memiliki kebiasaan mengaudit setiap SPBU per bulannya untuk memastikan penjualan BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Kata dia, bila SPBU tersebut tak menjual BBM Pertalite dan Pertamax sesuai yang ditetapkan akan ditekan jumlah Premium sehingga berangsur-angsur kuota Premium mengalami pengurangan.

"Kalau ada SPBU yang tidak menjual Pertalite dan Pertamax sesuai ditentukan, dia akan dikeluarkan oleh Pertamina. SPBU diaudit setiap bulan, kalo menjual Premium maka ditekan dia kurangi, supaya tidak menjual premium. Benar kan Pak? Bapak jangan berbohong. Saya lihat sudah dibongkar semuanya itu selang-selang Premium di pom-pom bensin," ujar dia kepada Direktur Perencanaan Invetasi dan Manajemen Risiko Gigih Prakoso yang hadir mewakili Pertamina.

 Baca juga: Kementerian ESDM Tawarkan Swasta Ikut Jual BBM Subsidi

Menurutnya, hal ini menunjukkan Pertamina secara tidak langsung memaksa masyarakat untuk menggunakan Pertalite dan Pertamax.

"Secara tidak langsung memaksa memakai pertilite dan Pertamax. Padahal tidak ada pemerintah klaim mengurangi menjual premium. Rakyat dipaksa membeli itu (Pertamax dan Pertalite) dengan cara Pertamina sendiri," tukasnya.

 Baca juga: Ini Alasan Penugasan AKR Korporindo dan Pertamina Salurkan BBM Subsidi Hanya 5 Tahun

Azam pun bertanya langsung kepada Gigih untuk mengetahui siapa yang mengurusi distribusi BBM ke setiap SPBU serta apakah memang ada kebijakan pemerintah mengurangi kuota Premium.

"Yang mengurusi ini Direktur Pemasaran Pak. Kalau saya Direktur Perencanaan Investasi, sejauh ini kami merasa tidak ada mendengar pengurangan (kuota premium)," jawab Gigih.

Azam pun memastikan Pertamina untuk memberi penjelasan secara tertulis kepada Komisi VI DPR terkait hal tersebut.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini