nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saham Apple Sentuh Level Terendah Gara-Gara Proyeksi Penjualan iPhone X

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 09:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 30 278 1852019 saham-apple-sentuh-level-terendah-gara-gara-proyeksi-penjualan-iphone-x-rpSFoGMHaY.jpg Ilustrasi Apple. (Foto: Reuters)

NEW YORK - Rencana Apple Inc (AAPL.O) mengurangi separuh target produksi iPhone X untuk tiga bulan pertama tahun ini, menjadi sekitar 20 juta unit, menjadi sentimen negatif untuk para investor. Akibatnya, saham Apple pun turun 1,6%.

Laporan tersebut, juga menambah kekhawatiran tentang penjualan ponsel seharga USD999 yang lemah. Investor pun gelisah tentang prospek keuangan perusahaan saat melaporkan hasil kuartal pertama. Saham Apple turun ke level terendah di 2018, dengan kapitalisasi pasar perusahaan mencapai USD14 miliar.

Seperti dilansir dari Reuters, Selasa (30/1/2018), Analis Bernstein, Toni Sacconaghi, pun memangkas proyeksi kuratal kedua dan kuartalan untuk iPhone. Namun, dia mengatakan bahwa dia memperkirakan utilisasi 2018 Apple akan turun tajam karena perubahan pada undang-undang pajak AS, yang akan membawa tingkat bunga turun menjadi 18%.

Pemotongan produksi didorong oleh penjualan yang lebih lambat dari perkiraan, di musim belanja liburan di Eropa, Amerika Serikat dan China. IPhone X adalah ponsel pertama yang merancang desain baru sejak diluncurkannya iPhone 6 pada 2015. Padahal, banyak yang memperkirakan, iPhone X akan menajdi blockbuster, yang dijuluki oleh analis Wall Street sebagai "supercycle."

Beberapa analis telah menurunkan perkiraan mereka untuk pengiriman iPhone X dalam beberapa minggu terakhir, dengan mengutip tingginya harga perangkat dan faktor lainnya, dengan setidaknya tiga menurunkan peringkat mereka pada saham.

Sacconaghi dari Bernstein awalnya meramalkan bahwa Apple akan melampaui ekspektasi Wall Street sebesar 62 juta iPhone, dengan menjual 66 juta unit. Namun, dia memotong proyeksi tersebut menjadi 53 juta unit, hampir 20%. Dia juga memangkas unit iPhone full year-nya yang diperkirakan 11% menjadi 220 juta unit.

Namun, dia hanya sedikit merevisi perkiraan laba per saham setahun penuh untuk 2018 menjadi USD11,80 dari USD11,87, dengan alasan dampak positif dari perubahan undang-undang perpajakan AS.

Sebuah survei terhadap orang-orang yang berencana membeli iPhone menunjukkan, persentase dari mereka yang ingin membeli iPhone X telah turun menjadi 37% dari 43% dalam survei sebelumnya.

Akbat dari penurunan saham Apple ini, pasar saham AS mundur dari rekor tertinggi, dengan Dow dan indeks S&P 500 mencatatkan penurunan persentase terbesar satu harian, dalam waktu sekitar lima bulan, terbebani oleh penurunan saham Apple (AAPL.O).

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 65,19 poin atau 0,24% menjadi berakhir di 26.551,52 poin. Indeks S&P 500 mengalami penurunan 19,34 poin atau 0,67% menjadi ditutup pada 2.853,53 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 39,27 poin atau 0,52% menjadi berakhir di 7.466,50 poin.

Menyusul Wall Street, pasar saham Asia juga turun dari rekor tertinggi, setelah aksi jual saham Apple. Sementara dolar AS menguat, mendapat dukungan kenaikan imbal hasil obligasi AS yang mendekati level tertinggi empat tahun.

Indeks MSCI terbesar di Asia Pasifik, di luar Jepang, turun 0,3% setelah naik ke rekor tertinggi hari sebelumnya. Pasar saham Australia turun 0,65%, KOSPI Korea Selatan .HS11 turun 0,3% dan Nikkei Jepang. N225 turun 0,5%.

Dolar AS menguat, dari penjualan yang terus-menerus dalam beberapa minggu terakhir, didukung oleh imbal hasil AS yang lebih tinggi. Indeks dolar menguat terhadap sekeranjang enam mata uang utama berada di 89,336, setelah melambung dari level terendah tiga tahunan di 88.438.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini