nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Keluarkan 12 Ketentuan Baru tentang KUR

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 13:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 30 320 1852095 pemerintah-keluarkan-12-ketentuan-baru-tentang-kur-EdTzF43pSm.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Permenko ini merupakan pengganti per aturan sebelumnya yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2018.

Adapun 12 ketentuan baru untuk KUR yang diatur dalam peraturan tersebut di antaranya, penurunan tingkat suku bunga KUR dari 9% menjadi sebesar 7% efektif per tahun, kelompok usaha sebagai calon penerima KUR, skema KUR Khusus, skema KUR multisektor, pengaturan minimum porsi penyaluran KUR ke sektor produksi, serta mekanisme yarnen (pembayaran kredit setelah panen) dan grace period.

Baca Juga: OJK Fokus Salurkan Kredit Usaha Rakyat untuk Pelaku UMKM di 2018

Selanjutnya perubahan istilah KUR Ritel menjadi KUR Kecil, plafon KUR Mikro sektor produksi dan di luar sektor produksi, penyaluran KUR bersamaan dengan kredit lain yang diperbolehkan, struktur biaya KUR penempatan TKI, KUR untuk masyarakat daerah perbatasan, dan KUR untuk optimalisasi kelompok usaha bersama (KUBE).

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menjelaskan, Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian telah meningkatkan target penyaluran KUR di sektor produksi (pertanian, perikanan, industri pengolahan, konstruksi, dan jasa produksi).

Baca Juga: OJK Optimalkan Industri Keuangan Non-Bank hingga KUR Klaster

Tahun 2018, target penyaluran untuk sektor produksi menjadi minimum sebesar 50% dari target total penyaluran sebesar Rp120 triliun. “Target tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung kebijakan ketahanan pangan dan hilirisasi industri pada sektor UMKM,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kemarin. Iskandar mengaku, pemerintah optimistis bisa mencapai target tersebut. Terlihat dari data tahun 2017, penyaluran KUR di sektor produksi (pertanian, kelautan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi, dan jasa-jasa) mencapai sebesar Rp40,9 triliun (42,3%). Sementara penyaluran KUR di sektor perdagangan mencapai sebesar Rp55,8 triliun (57,7%).

Dibandingkan dengan kinerja tahun 2016, penyaluran KUR di sektor produksi sampai dengan 31 Desember 2017 meningkat sebesar 9% (yoy). Untuk mencapai target penyaluran KUR sektor produksi tersebut, pemerintah juga mendesain KUR Khusus.

Skema KUR Khusus ditujukan untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat, dan perikanan rakyat. KUR Khusus diberikan kepada kelompok dengan menggunakan mekanisme tanggung renteng, termasuk pengusaha pemula yang ikut dalam kelompok dan dikelola bersama dalam bentuk klaster menggunakan mitra usaha.

“KUR Khusus ini bisa untuk membiayai peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat, pembelian kapal bagi nelayan, dan penggemukan ternak rakyat. Adapun plafon KUR Khusus adalah di atas Rp25 juta sampai dengan Rp500 juta untuk setiap individu anggota kelompok,” kata Iskandar.

Baca Juga: Target Penyaluran KUR Rp120 Triliun dengan Bunga 7% di 2018

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional untuk tahun 2016 mencapai Rp94,4 triliun, sedangkan tahun 2017 mencapai Rp96,7 triliun atau meningkat sebesar 2,4%. Untuk Jawa Timur, penyaluran KUR mencapai Rp16,3 triliun tahun 2017 atau naik sebesar 20,7% dibandingkan dengan tahun 2016 yang penyalurannya sebesar Rp14,6 triliun. Iskandar menambahkan, Provinsi Jawa Timur menempati peringkat kedua setelah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp16,9 triliun.

Sementara posisi ketiga adalah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp12,4 triliun. Untuk luar Jawa, penyaluran KUR tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp5,8 triliun dan Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp4,3 triliun.

(Oktiani Endarwati)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini