Image

Anggaran Rp2,5 Triliun Disiapkan untuk Santunan Kecelakaan Mudik Lebaran 2018

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 20:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 30 320 1852378 anggaran-rp2-5-triliun-disiapkan-untuk-santunan-kecelakaan-mudik-lebaran-2018-d8daE6KKHP.jpg Foto: Persiapan Lebaran 2018 (Yohana/Okezone)

JAKARTA - PT Jasa Raharja (Persero) anggarkan dana untuk mudik Lebaran tahun 2018 sebesar Rp2,5 triliun. Anggaran ini digunakan untuk santunan kecelakaan mudik.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Raharjo mengatakan, anggaran ini meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 1,9 triliun. Hal ini dikarenakan naiknya nilak santunan di tahun 2018, sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan per 1 Juni 2017.

 Baca juga: Libur Lebaran Berdekatan dengan Pilkada, Begini Persiapan Kemenhub

Untuk santunan bagi korban meninggal naik Rp25 juta ke Rp50 juta. Sedangkan untuk santunan perawatan Rp10 juta ke Rp20 juta.

"Tahun 2018 kita menganggarkan tidak kurang dari Rp2,5 triliun untuk korban meninggal dunia dan perawatan. Kita mengharapkan ini memang baiknya tidak terjadi kecelakaan, tapi pada prinsipnya kami siap untuk memberikan santunan," kata Budi di Kementerian Perhubungan, Selasa (30/01/2018).

Baca Juga: 2 Menteri Ini Sudah Sibuk Ngurus Mudik 2018, Intip Persiapannya!

Adapun sebagai koordinator di tahun ketiga bekerjasama dengan BUMN dalam mudik gratis, Budi mengatakan akan memberangkatkan sebanyak 200.000 penumpang. Angka ini meningkat dari jumlah tahun 2017 sebanyak 118.000 penumpang.

"Pemudik gratis ini nanti akan menggunakan Saranan baik bus, kereta api, kapal laut maupun pesawat terbang," ujarnya.

 Baca juga: Mudik 2018, Menhub: Ruang Udara Masih Besar untuk Dimanfaatkan

Selain itu, tahun ini mudik gratis tak hanya berfokus di Pulau Jawa seperti tahun sebelum-sebelumnya. Nantinya mudik gratis akan dikembangkan salah satunya di Pulau Sumatra.

"Selama ini hanya Jawa, kita tak hanya Jawa, kita kembangkan di Sumatera, di beberapa provinsi di pulau ini kita akan antarkan gimana pemudik ini ke tempat kampung halamannya," ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini