Bank Dunia Ingatkan Investasi Sumber Daya Manusia

ant, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 10:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 02 20 1853645 bank-dunia-ingatkan-investasi-sumber-daya-manusia-bsksG3faeR.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

WASHINGTON - Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim mengingatkan pentingnya investasi sumber daya manusia untuk mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

"Kita perlu berinvestasi lebih efektif pada sumber daya manusia," kata Kim dalam acara pembukaan Plennary Session Pertemuan Tahunan IMF-WB 2017 di Washington DC, AS, Jumat (2/2/2018).

Kim menjelaskan investasi sumber daya manusia dalam bidang pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial sangat diperlukan karena dapat memberikan kesempatan untuk meningkatkan tingkat perekonomian.

Baca Juga: Dukung Reformasi Fiskal, World Bank Setujui Utangi Indonesia Rp4,05 Triliun

Ia memaparkan terdapat selisih pertumbuhan ekonomi 1,25% terhadap PDB dalam periode 1991-2016, antara 25% negara yang melakukan investasi sumber daya manusia dengan 25% negara yang sedikit melakukan atau bahkan tidak melakukan sama sekali.

"Kami memang memerlukan riset lebih banyak, namun hal ini memperlihatkan investasi pada sumber daya manusia, memiliki dampak besar ke pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Kim menambahkan investasi sumber daya manusia ini juga bisa mendorong kualitas daya saing dalam menghadapi era teknologi informasi yang telah berkembang sangat pesat.

Baca Juga: Presiden Bank Dunia Ingatkan Pentingnya Investasi Sumber Daya Manusia

"Melihat ke depan, investasi sumber daya manusia bisa menjadi lebih penting dalam menghadapi perkembangan digital ekonomi. Studi bahkan memproyeksikan sebanyak 65% siswa SD akan bekerja di lapangan pekerjaan yang saat ini bahkan belum tercipta," ujarnya.

Meski demikian, Kim mengakui setiap negara belum tentu melaksanakan investasi dalam sumber daya manusia, mengingat masing-masing telah memiliki agenda pembangunan tersendiri.

Riset Bank Dunia menyatakan sebanyak 155 juta anak-anak berpotensi mengalami "stunting", 400 juta penduduk kekurangan akses kesehatan yang memadai, 100 juta orang setiap tahun jatuh miskin karena belanja kesehatan yang buruk dan hanya sepertiga penduduk miskin di dunia yang memiliki perlindungan sosial.

Baca Juga: Catat! Negara Miskin Dapat Tingkatkan Pendapatan Lewat Migrasi

Bank Dunia menyatakan, apabila kondisi ini terus berlanjut, maka pada 2030, sebanyak 167 juta anak-anak akan hidup dalam jurang kemiskinan.

Untuk mengatasi persoalan ini Bank Dunia melahirkan proyek Human Capital yang akan mendorong para pemangku kepentingan untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia.

"Ini akan menjadi sesuatu yang kontroversial. Namun, ini tanggung jawab moral agar pemangku kepentingan menyadari pentingnya relasi antara investasi sumber daya manusia dengan pertumbuhan ekonomi," ujar Kim.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini