Share

Bisnis Ini Perlahan-Lahan Redup "Digilas" Teknologi Digital

Agregasi Sabtu 03 Februari 2018 23:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 02 320 1853856 bisnis-ini-perlahan-lahan-redup-digilas-teknologi-digital-JF2F82ah0H.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Semua orang memiliki kebebasan untuk membuka usaha atau bisnisnya sendiri. Bahkan, saat ini pemerintah telah mendorong masyarakat untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri dibandingkan menjadi karyawan. Namun, membuka bisnis bukanlah hal yang mudah. Terlebih jika Anda tidak mengetahui banyak tentang dunia bisnis.

Ada beberapa jenis bisnis yang perlu diperhatikan agar nantinya tidak menimbulkan kerugian. Apa saja bisnis tersebut? Inilah bisnis yang perlahan-lahan meredup seiring bersinarnya teknologi digital.

1. Bisnis Percetakan Buku

Saat ini dapat dikatakan jika era keemasan teknologi cetak mulai tergantikan. Saat ini orang-orang lebih memilih menggunakan teknologi digial untuk berbagai urusan. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya pengguna smartphone.

Karena itu, jika ingin membuka bisnis percetakan, ada baikny mempertimbangkan ranah mana yang bisa digarap. Misalnya, Anda tetap ingin membuka bisnis percetakan. Pilihlah percetakan untuk sablon kaos daripada percetakan buku. Sebab kebutuhan akan produk hasil sablon lebih besar.

2. Jasa Transportasi Konvensional

Seperti penjelasan sebelumnya, masyarakat saat ini lebih memilih online karena mudah, cepat dan efisien. Tidak terkecuali dalam bidang transportasi, hal ini terbukti dengan semakin berkurangnya transportasi konvesional semisal angkot dan meningkatnya transportasi online semisal ojek online.

Menurunnya penggunaan transportasi konvesional bukan dikarenakan kehadiran tranportasi online, melainkan sistem transportasi yang semakin berkembang membuat metromini, angkutan, bajaj, dan lainnya perlahan mulai tergantikan.

Jika memang ingin membuka bisnis transportasi, Anda bisa melihat terlebih dahulu pasar yang sekiranya menjanjikan. Misalnya, daripada membeli angkot, lebih baik membeli mobil pribadi untuk digunakan sebagai transportasi online.

3. Buka Gerai Pakaian di Mal

Anda bisa melihat saat ini mulai banyak gerai-gerai pakaian mulai tutup. Jika Anda berkunjung ke pusat perbelanjaan, ada banyak gerai pakaian kecil yang mulai kehilangan konsumen. Beberapa di antaranya sering kali mengeluhkan sepinya pengunjung.

Bagi Anda yang ingin membuka bisnis gerai pakaian, akan lebih baik jika membukanya lewat online marketplace. Sebab Anda akan lebih menjaring konsumen di sana ketimbang berdagang secara offline.

4. Jual Perlengkapan Kebersihan Sudah Ketinggalan Zaman

Saat ini perlengkapan kebersihan sudah menyesuaikan perkembangan. Sebagai contoh sabun. Selain dalam bentuk batangan, Anda bisa menemukan dalam bentuk cair. Tentu saja orang-orang cenderung memilih sabun cair. Selain praktis, sabun cair lebih menghemat pengeluaran.

Tak hanya itu saja penggunaan sabun batangan juga lebih rentan terhadap penyebaran kuman atau bakteri. Karena itulah, bisnis sabun batangan sebaiknya Anda hindari saat membuka bisnis perlengkapan kebersihan.

Pelajari Prospek Bisnis Sebelum Memulai

Memulai sebuah bisnis tentunya dibutuhkan perencanaan yang matang. Mulai dari segi modal, pasar, produksi, hingga lainnya. Pelajari terlebih dahulu prospek bisnis yang akan Anda jalankan. Jangan menjalankan sesuatu yang belum benar-benar Anda pahami.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini